Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY akan menyiapkan regulasi melalui Gubernur DIY terkait antisipasi penyebaran virus corona. Pemerintah juga mengimbau kepada warga DIY agar tidak panik.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan pihaknya sudah menerima perintah dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk membuat rancangan terkait regulasi berkaitan dengan virus corona. Regulasi itu diharapkan bisa menjadi pedoman bagi semua pihak dalam mengantisipasi penyebaran.
"Bapak Gubernur sudah menugaskan kepada saya untuk mengkonsep semacam regulasi apakah Pergub atau SK yang bisa dipedomani oleh semua pihak [guna mengantisipasi virus corona], semoga satu atau dua hari ini [bisa dikonsep]," kata saat ditemui di ruangannya, Senin (2/3/2020) sore.
Aji mengatakan pihaknya belum bisa menjelaskan detail isi regulasi tersebut karena masih dalam proses untuk dirancang. Begitu juga bentuknya akan dikonsultasikan dengan Gubernur, yang nantinya bisa berbentuk Pergub, Intruksi, Surat Keputusan atau Surat Edaran Gubernur DIY. Hanya saja salah satu bentuk yang memungkinkan dalam waktu dekat adalah Surat Edaran yang di dalamnya memuat siapa melakukan apa serta langkah yang harus ditempuh untuk mengantisipasi.
"Bentuknya instruksi atau apa saya belum memastikan, saya akan membuat [konsep], karena beliau [Gubernur DIY] sudah dhawuh [perintah] ke saya pokoknya dibuat regulasi yang cocok. Nanti saya akan matur [ke Gubernur DIY] apakah dalam [bentuk] Pergub, SK Gubernur, instruksi atau surat edaran," ucapnya.
Melalui regulasi tersebut diharapkan pihak-pihak terkait bisa menindaklanjuti. Sehingga secara bersama-bersama berupaya mencegah masuknya virus corona di DIY.
"Tentu lembaga pendidikan harus sosialisasi, sektor pariwisata, kesehatan, perguruan tinggi itu adalah lingkup yang harus menindaklanjuti, bupati walikota dan diharapkan melanjutkan ke desa atau kelurahan," katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi adanya virus coronan yang sudah masuk ke Indonesia. Ia meyakini kepanikan terjadi jika tidak memahami dengan benar karakteristik penyakit tersebut. Oleh karena itu jika sudah mengetahui tanda-tandanya terindikasi corona maka harus segera menghubungi dokter terdekat, supaya bisa didentifikasi. Lebih baik diperiksakan daripada terlambat.
Baskara Aji juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aksi memborong barang-barang tertentu seperti masker. "Pakai masker boleh tetapi seperti biasa, jangan borong, nanti mborong kan berdampak pada kelangkaan barang. Kalau sudah langka kemudian panik, kalau panik kemudian terjadi hal-hal yang membuat SOP penanganan tidak berjalan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.