Purbaya Pastikan MBG dan Alutsista Tak Membebani APBN
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Warga di Iran mengenakan masker sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona. /Reuters\n
Harianjogja.com, BANTUL - Masuknya virus Corona ke Indonesia membuat masyarakat seakan latah untuk membeli masker dan antiseptik. Tal terkecuali di wilayah Bantul, DIY.
Kejadian ini tentu membuat para pemilik apotek mengeluarkan aji mumpung untuk meraup keuntungan. Ketiadaan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk masker membuat para pengusaha apotek menaikkan harga dengan seenaknya.
Di Kecamatan Dlingo, penjualan masker mengalami lonjakan. Kesempatan ini dimanfaatkan para pengusaha apotek untuk menaikkan harga lebih dari dua kali lipat dibanding dengan sebelumnya.
Di apotek Bangun yang berada di Desa Terong misalnya, penjualan masker di tempat mereka melonjak drastis. Masker yang paling banyak diburu adalah masker cantel yaitu yang bisa dikaitkan dengan telinga. Sementara untuk masker hijab peminatnya lebih sedikit dibanding masker cantel.
Namun demikian, mereka mengaku hanya menghabiskan stok masker yang ada. Pasalnya, meskipun sudah mengajukan order sejak bulan lalu, hingga kini belum juga mendapat kiriman. Tetapi dari ribuan masker yang sebelumnya mereka miliki, kini tinggal belasan.
"Ini masker cantel tinggal 15 lembar. Sementara masker hijab tinggal tiga plastik, satu plastik berisi 10 lembar,"tutur Ani, penjaga apotek Bangun, Selasa (3/3/2020) di apotek yang terletak di perempatan Terong tersebut.
Ia mengakui, sejak ada isu virus corona, harga jual masker di apotek tersebut juga naik terlebih ketika presiden Joko Widodo mengumumkan adanya WNI yang terjangkit virus corona tersebut. Dalam dua hari terakhir harga jual masker mengalami lonjakan.
Senin (2/3/2020) pagi, ia masih menjual masker cantel dengan harga Rp2.000 per lembarnya. Namun Senin sore, harga masker cantel sudah naik menjadi Rp10.000 untuk tiga lembarnya. Dan hari ini, Selasa (3/3/2020), harga jual masker cantel di apotek ini sudah mencapai Rp5.000 per lembarnya.
Sementara untuk masker hijab, apotek ini sebenarnya hanya menjual Rp3.000 per lembarnya. Namun saat ini per lembar, apotek ini menjual dengan harga Rp5.000. Masker hijab dijual per paket di mana setiap paket berisi 10 buah dan dijual Rp50.000. "Ini sudah mulai kosong stoknya," tambahnya.
Nurhayati, warga Kota Bantul mengaku sudah berburu masker ke sejumlah apotek namun tidak juga menjumpainya. Ia mencoba titip ke teman kantornya yang tinggal di Dlingo. Jika masih ada, ia bersedia menebusnya dengan harga berapapun. "Pusing ini cari masker tidak nemu-nemu," keluhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.