Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Sejumlah warga beserta pihak berwajib berada di lokasi hilangnya korban penambang pasir yang diduga hanyut di Sungai Opak, Rabu (4/3/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Pairin, 66, warga Dusun Kembangsong, Desa Trimulyo, Jetis, Bantul dilaporkan hilang saat sedang mandi di Sungai Opak, tepatnya selatan jembatan Sindet, dusun setempat, Rabu (4/3/2020) pagi. Korban yang kesehariannya menambang pasir di sungai tersebut diduga terbawa sungai dan hingga Rabu siang korban masih dalam pencarian.
Siti Marfuah, 45, keponakan korban mengatakan hilangnya korban itu berawal dari informasi warga yang datang ke rumah sekitar pukul 06.30 WIB. Warga tersebut, kata dia, melihat sarung dan sandal jepit yang diduga milik korban di pinggir tempuran atau pertemuan Sungai Code dan Opak, namun tidak menemui korban.
"Makanya tetangga itu memastikan Pak Pairin ada atu tidak di rumah," kata Marfuah, di lokasi kejadian. Pihak keluarga langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat kabar tersebut sekaligus untuk memastikan sarung dan sandal jepit itu milik Pairin.
Keluarga korban dan sejumlah warga setempat berusaha mencari korban di sekitar lokasi, namun tidak menemukannya. Kelurga melapor ke Polsek Jetis dan Search an Rescue (SAR) DIY sekitar pukul 09.15 WIB. Tim gabungan pencarian dan penyelamatan korban langsung melakukan pencarian dengan menyisir kedua sisi sungai hingga sejauh sekitar 1 kilometer.
Namun sampai pukul 12.00 WIB pencarian masih nihil. Koordinator Satlinmas Wilayah Operasional III Parangtritis, Arif Nugroho mengatakan total ada lebih dari 100 personel gabungan pencarian dan penyelamatan yang terlibat dari berbagai unsur. Penyisiran dilakukan dari darat dan sungai.
"Ada yang menyelam, ada yang menggunakan perahu karet, dan penyisiran darat," kata Arif. Penyisiran dilakukan sampai sejauh sekitar lima kilometer.
Kapolsek Jetis, AKP Muhammad Sholeh mengatakan saat kejadian kondisi sungai cukup deras karena ada peningkatan volume air dari hulu. Pihaknya juga mendapat informasi dari keluarga korban bahwa korban tidak bisa berenang. Kesehariannya mencari pasir di sungai saat kondisi sungai surut. Sementara jika kondisi sungai deras, korban biasa mencari kayu bakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 6 meter pada 5-8 Agustus 2026 akibat aktifnya monsun Australia.
BPKH menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jamaah haji reguler dan khusus.
Polsek Semin memeriksa empat saksi dalam kasus pembuangan bayi di Gunungkidul. Polisi memastikan kasus ini tidak terkait peristiwa bunuh diri di Ponjong.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.