Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja memantau sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kota Jogja, Kamis (5/3/2020). Di Puskesmas Tegalrejo, misalnya, terlihat banyak antrean pengunjung yang ingin berobat atau memeriksa kesehatannya.
Dalam pemantauannya itu, dr. Abdul Latief selaku Kepala Puskesmas Tegalrejo Kota Jogja mengatakan, pengunjung relatif tidak ada kenaikkan yang signifikan. Rata-rata jumlah pengunjung setiap hari yakni 200 hingga 250 orang.
"Tidak ada kenaikkan pengunjung yang berarti pascapemerintah mengumumkan ada dua WNI yang merupakan warga Depok Jawa Barat dinyatakan positif terpapar virus Corona," kata Abdul Latief dalam rilis Forpi yang diterima Harianjogja.com, Kamis (5/3/2020).
Mengenai ketersediaan masker di Puskesmas Tegalrejo, dr. Latief mengaku tidak ada masalah. Ketersediaan masker cukup. Sebelum ada WNI terpapar virus Corona, penggunaan masker di Puskesmas Tegalrejo sebanyak 100 hingga 200 masker per hari, tetapi saat ini meningkat menjadi 300 masker per hari.
Saat ini Puskesmas Tegalrejo Kota Jogja membatasi penggunaan masker hanya bagi pasien yang sakit batuk atau TBC saja karena sebelumnya pengunjung yang tidak sakit pun ikut mengambil masker dengan jumlah yang cukup banyak.
Saat ini stok masker di Puskesmas Tegalrejo ada 1000an masker. dr. Latief mengaku saat ini susah mencari masker di pasaran.
Puskesmas Tegalrejo Kota Jogja memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi kepada siswa SD dan SMP, misalnya, terkait virus Corona dan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Latief mengimbau agar masyarakat Kota Jogja tidak panik dalam menyikapi virus Corona.
Sementara itu di Puskesmas Jetis, antrean juga terbilang banyak dan pengunjung terlayani dengan baik.
Menurut Kepala Puskesmas Jetis Kota Jogja, dr. Ani Mufidah Sari, jumlah pengunjung tidak mengalami kenaikan yang drastis. "Rata-rata pengunjung di Puskesmas Jetis Kota Jogja 200 sampai 250 orang per hari. Mengenai stok masker di Puskesmas Jetis cukup bagi internal yang memiliki tenaga medis 40 orang," katanya.
Penggunaan masker untuk kalangan internal Puskesmas Jetis minimal satu boks per hari. Ani Mufidah mengaku mulai kesulitan untuk mendapatkan stok masker.
Baharuddin Kamba selaku anggota Forpi Kota Jogja berharap kepada Pemerintah Kota Jogja dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk senatiasa sigap dalam mengatasi kepanikan warga dengan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
"Ketesediaan obat dan kesiapsiagaan dari stake holder terkait perlu ditingkatkan termasuk tenaga medis. Pariwisata di Kota Jogja pasti berimbas. Maka, kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara cepat dan tepat menjadi sebuah keharusan," katanya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Memperingati HUT ke-94, RSUD Tidar Kota Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Simak evaluasi dan testimoni pasien di sini.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah dua musim. Simak perjalanan prestasi Conte dan candaannya soal calon pengganti pelatih timnas Italia di sini.
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen
Warga Kulonprogo dikejutkan paket misterius berisi mainan pocong kecil yang dikirim tanpa pesanan. Polisi imbau warga tetap tenang.