Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Ilustrasi Donor darah/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul melaporkan adanya penurunan stok darah secara drastis. Kondisi ini terjadi sebagai imbas dari penyebaran virus Corona (Covid-19) dan penerapan social distance sebagai langkah antisipasi penyebaran virus ke masyarakat secara langsung.
"Stok darah semakin menipis, selama beberapa hari terakhir pendonor darah setiap hari rata-rata hanya lima sampai tujuh orang," kata Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo, saat ditemui Harian Jogja, Minggu (29/3/2020).
Ia menjelaskan pada hari biasa pendonor yang datang langsung ke Kantor PMI Gunungkidul mencapai 15 orang per hari. Tak hanya itu, dampak dari Covid-19 ini, banyak kelompok maupun lembaga yang ada di Gunungkidul yang membatalkan aksi donor darah massal.
"Kelompok atau lembaga yang biasanya menggelar donor darah massal membatalkan semua kegiatan. Padahal ada kelompok yang setiap menggelar kegiatan diikuti sekitar 100 orang," katanya. Menurut dia, penurunan stok darah saat ini mencapai 50%. "Darah yang sering dibutuhkan biasanya golongan A, AB dan O," ujar Iswandoyo.
Menghadapi kondisi seperti ini, PMI Gunungkidul terus berusaha melakukan langkah kongkret agar masyarakat kembali mau mendonorkan darahnya, mulai dari menggelar sosialisasi melalui media sosial hingga turun langsung ke lapangan dengan menyambangi kelompok maupun lembaga.
Ia memastikan dalam proses pengambilan darah semua protokol kesehatan diterapkan, baik dari petugas, pendonor, hingga teknis donor darah. Menurut dia, protokol ini merupakan bentuk kesiapsiagaan PMI dan seluruh karyawan untuk melakukan langkah pencegahan penyebaran virus tersebut.
"Protokol kesehatan sudah ada. Jadi kami menunggu kehadiran masyarakat, persediaan kami sangat terbatas, tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus meningkat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.