Emil Audero Bintang, Indonesia Tekuk Oman 3-0
Emil Audero tampil gemilang dengan tepis penalti saat Indonesia menang 3-0 atas Oman di SUGBK. Herdman dan Emil beri komentar usai laga.
Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Sejak Jumat (27/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) pagi, Gunung Merapi mengalami erupsi sebanyak lma kali.
Meskipun erupsi didominasi gempa LF atau gerakan fluida, pembuangan gas namun di beberapa tempat terjadi hujan abu tipis. Warga pun berharap agar abu Merapi bisa menangkal bahkan membunuh virus Corona penyebab Covid-19. Benarkah demikian?
Abu vulkanik sendiri mengandung sejumlah unsur. Mulai unsur mayor seperti aluminium, silika, kalium dan besi, unsur minor berupa iodium, sulfur dan titanium, dan tingkat trace meliputi aurum, asbes, barium, kobalt, krom, tembaga, nikel, plumbum, sulfur dan stibium.
Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Hanik Humaida abu vulkanik yang keluar dari erupsi Merapi tidak bisa membunuh virus mematikan itu yang sedang mewabah saat ini.
"Belum ada kajian tentang itu, tapi kalau dari komposisinya [abu vulkanik Merapi saat ini] tidak bisa [membunuh virus Corona penyebab Covid-19] ya," jelas Hanik, Minggu (29/3/2020).
Hanik tetap mengingatkan agar warga yang wilayahnya terkena abu vulkanik Merapi untuk tetap meningkatkan kebersihan lingkungan. Sebab keberadaan abu tersebut tidak akan membunuh virus Corona atau virus SARS nCov
"Covid-19 lebih tepatnya akan mati kalau warga membiasakan mencuci tangan dengan sabun, sehingga tetap dianjurkan rajin-rajin membersihkan diri dengan sabun," ujarnya.
Hal senada diterangkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman Djoko Hastaryo. Menurutnya kewaspadaan tetap harus diperhatikan agar masyarakat tidak mudah terserang penyakit melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Warga tetap diminta untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun hingga bersih, makan makanan bergizi, melakukan cek kesehatan secara rutin serta rajin berolahraga.
Dia mengatakan, hingga kini belum ada penelitian terkait abu vulkanik mampu membunuh virus Corona. Dia berharap, masyarakat agar tidak mudah percaya dengan kabar atau berita yang belum diketahui sumbernya. "Kalau pakai ilmu othak athik mathuk ya gathuk ya, karena abu Merapi kan juga mengandung sulfatara. Tapi secara medis belum ada evidence base-nya," jelasnya sambil tersenyum.
Sekadar diketahui, masyarakat di sekitar kaki Gunung Merapi disuguhi erupsi Gunung Merapi sejak Jumat (27/3/2002) hingga Minggu (29/3/2020). Sejak isu wabah Corona masuk ke Indonesia pun Merapi juga mengalami erupsi. Di sebagian daerah terjadi hujan abu tipis usai erupsi tersebut.
Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada. Untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan serta penelitian terkait mitigasi bencana.
"Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," kata Hanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero tampil gemilang dengan tepis penalti saat Indonesia menang 3-0 atas Oman di SUGBK. Herdman dan Emil beri komentar usai laga.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani kurang dari 90 menit. Aliran gas dihentikan untuk cegah risiko lanjutan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 8 Juni 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Cek jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kemdiktisaintek dan IRD Prancis memperkuat kolaborasi riset melalui skema pendanaan bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Rencana BI menaikkan remunerasi kas pemerintah dinilai dapat membantu menekan biaya utang negara dan menjaga stabilitas rupiah.