Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Para anggota Hoo Hap Hwee berdoa sebelum acara Mooncake Festival berlangsung, di Kelenteng Poncowinatan, Senin (24/9)./Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara
Harianjogja.com, JOGJA—Legenda dan budaya Tionghoa menjadi perjalan panjang sejarah. Sebagian masih ada yang melestarikan, sebagian ada yang menggabungkan dengan budaya setempat atau menjadi budaya modern.
Ketua I Jogja Chinees Arts & Culture Centre (JCACC), Jimmy Sutanto menyampaikan legenda dan budaya Tionghoa sebenarnya terus ada. Namun dia mengakui di era ini budaya tersebut mengalami perubahan.
“Ada pergeseran mungkin. Kalau legenda-legenda Tionghoa, orang tua yang banyak mempertahankan. Kalau anak muda, mungkin karena pengaruh pendidikan, pengalaman jadi ada pergeseran. Dari perbintangan misalnya. Beralih [dari shio] ke barat aquarius dan sebagainya itu,” ujarnya, Rabu (25/3).
Kendati demikian, Jimmy menilai legenda merupakan perjalanan panjang masa kuno dan mengalami pengembangan dengan imajinasi manusia. Guna menjaga tradisi, legenda dan budaya kuno itu diperlukan toleransi.
“Selama tidak ada provokasi politik, seni budaya tetap berkembang secara alamiah. Namun ketika ada unsur ekstrem maka akan sulit bergabung berkembang. Setiap pihak harus rendah hati menghormati orang lain, pasti rukun,” ujarnya.
Dilansir dari Tionghoa Info, ada sejumlah legenda Tiongkok, Monster Nian misalnya. Legenda ini mengenai sebab musabab Tahun Baru China harus dirayakan dengan penuh keramaian dan suka cita. Chang’e dan Hou Yi, legenda ini dihubungkan dengan perayaan Festival Kue Bulan. Lalu legenda, Dewa Pangu yang merupakan pencipta alam semesta.
Ada juga mitologi naga atau makhluk kuat yang dianggap mengendalikan hujan di langit. Makhluk ini yang mengawal air, datangnya hujan dan bahkan banjir. Selain itu, singa dipercaya sebagai hewan pelindung. Inilah yang membuat warga keturunan Tionghoa meletakan patung sepasang singa di depan rumah dengan harapan selalu mendapat perlindungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.