2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Foto ilustrasi./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menghentikan layanan uji kendaraan bermotor mulai Kamis (2/4/2020) kemarin. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.
Kepala Dishub Sleman Mardiyana mengatakan menghentikan sementara pelayanan pengujian kendaraan bermotor mulai hari Kamis tanggal 2 April hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Pemkab Sleman No.00895/44 Tentang Penghentian Sementara Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor.
"Keputusan ini, berlaku sejak 1 April 2020, yang ditujukan kepada Pengguna Jasa pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor/KIR," katanya, Kamis (2/4/2020).
Dalam surat tersebut disebutkan, kata Mardiyana, bagi kendaraan bermotor wajib uji yang habis masa berlaku maka uji berkalanya tidak dikenakan denda keterlambatan administrasi.
"Jadi selama kami tutup pelayanan uji, ketika akan mengurus perpanjangan, tidak ada denda, selama masa penutupan pelayanan uji," katanya.
Mardiyana mengimbau agar kendaraan bermotor wajib uji yang habis masa ujinya tetapi belum dilayani selama penutupan berlangsung, agar dapat menjaga kondisi kendaraannya, memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan secara mandiri.
"Saya harap tidak mengoperasikan kendaraan dalam kondisi tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan," ungkap Mardiyana.
Menurutnya, Dishub setiap hari rata-rata melayani 120 pengujian kendaraan bermotor. Adapun khusus layanan pada hari Jumat, Dishub menerapkan kuota bagi 85 kendaraan. Kemudian jumlah tersebut, dikurangi sejak adanya pandemi Corona menjadi 65 kendaraan pada hari Senin sampai Kamis, sedangkan hari Jumat sebanyak 45 kendaraan.
"Tapi mulai 2 April kami hentikan sementara pelayanan pengujian kendaraan bermotor," jelasnya.
Salah seorang pemilik kendaraan pick up, Sifaul Fahmi mengaku belum mengetahui penghentian sementara layanan uji KIR tersebut. Dia mendukung langkah Dishub di tengah pandemi virus Corona.
"Rencananya mau uji KIR, soalnya KIR saya mati tanggal 17 April. Kalau memang ditutup sementara ya syukurlah. Jadi tidak keluar rumah dulu," kata Warga Tempel Sleman ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.