Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020)./Antarafoto-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kondisi pasien positif Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Wates kian membaik. Baik pasien positif maupun PDP dalam keadaan fisik yang sehat namun masih menunggu hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budiati mengatakan kondisi pasien positif maupun PDP semakin hari semakin membaik.
"Artinya pasien positif dan PDP yang dirawat saat ini sudah tidak menunjukkan gejala-gejala seperti batuk, pilek, demam dan sesak napas," ujar Budi pada Jumat (3/4/2020). Namun pihak RSUD Wates hingga kini masih menunggu hasil tes PCR terbaru apakah pasien sudah dinyatakan negatif atau belum.
Selain kondisi membaik, jumlah PDP yang dipulangkan dari RSUD Wates berkurang. Budi menjelaskan dari lima PDP yang dirawat di RSUD Wates, dua PDP telah dipulangkan. "Dengan demikian saat ini masih ada tiga PDP yang dirawat dan kondisinya membaik namun masih menunggu hasil tes PCR," ucapnya.
Budi menjelaskan hingga Jumat (3/4/2020) total akumulasi PDP Kulonprogo ada 12 orang. Dari jumlah tersebut enam PDP dirawat di Kulonprogo dengan rincian lima PDP dirawat di RSUD Wates, dua di antaranya sudah pulang dan satu pasien di RSUD Nyi Ageng Serang.
"Sementara enam PDP lainnya dirawat sejumlah rumah sakit di luar Kulonprogo yakni di rumah sakit RSUP Sardjito, RS Panti Rapih, dan RS Panembahan Senopati," ujar Budi.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengimbau masyarakat tetap waspada. Meski kabar baik terus bermunculan Sutedjo memerintahkan masyarakat Kulonprogo untuk tidak mengendurkan kewaspadaan pencegahan Covid-19 dan tetap melaksanakan protokol tetap kesehatan.
"Sebelum kondisi darurat Covid-19 belum dicabut, maka warga tetap diwajibkan untuk menjalankan seluruh protokol tetap kesehatan yang telah diterbitkan, tetap di rumah, keluar bila perlu, dan terapkan pola hidup bersih dan sehat," tegas Sutedjo.
Sutedjo juga menekankan kepada warga untuk bergotong royong mencegah penyebaran Covid - 19. Gotong royong yang dimaksud Sutedjo termasuk di antaranya legawa dan tidak melakukan tindakan penolakan kepada pemudik yang terlanjur datang. Baik pendatang maupun sanak famili yang didatangi harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan mulai dari pencatatan dan pelaporan hingga karantina mandiri 14 hari.
Sinergi yang bersifat gotong royong antara warga sekitar dan pendatang diharapkan mampu mencegah penyebaran Covid-19. "Garda terdepan pencegahan dan penyebaran Covid - 19 adalah masyarakat dan seharusnya memang idealnya begitu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.