Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Kepala Desa Sumbermulyo, Ani Widayani (depan), Camat Bambanglipuro, Lukas Sumanasa, beserta Satgas Covid-19 Desa Sumbermulyo, berfoto bersama di depan rumah karantina, Kamis (2/4/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Asosiasi Pemerintah Desa Seuruh Indonesia (APDESI) Bantul meminta semua kepala desa untuk menyediakan rumah isolasi atau rumah karantina di desanya masing-masing. Rumah karantina itu dinilai sangat berguna untuk menampung pendatang dan pemudik dari luar daerah.
“Apalagi saat ini menghadapi Ramadan dan Idulfitri pasti banyak yang mudik. Belum lagi yang kehilangan pekerjaan karena banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya pasti memilih pada pulang,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Apdesi Bantul, Ani Widayani, saat dihubungi, Senin (6/4/2020).
Ani mengatakan penyediaan rumah karantina itu merupakan amanah dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 8/2020 tentang Desa Tanggap Corona dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Menurut dia, pengadaan rumah karantina tidak perlu mahal, karena bisa memanfaatkan bangunan yang sudah ada seperti ruang pertemuan, bangunan sekolah, dan fasilitas publik lainnya.
Hal itu seperti yang dilakukannya di Desa Sumbermulyo dengan menyiapkan ruang pertemuan desa dan gedung BUMDes serta rumah warga yang belum dihuni sebagai ruang karantina sementara. “Yang penting ada dan tidak harus mahal,” kata dia.
Sejauh ini diakui Ani baru di desanya yang sudah menyediakan rumah karantina. Sementara untuk penyediaan sembako, kata dia, sudah ada sejumlah desa yang menerapkannya dengan merelokasi APBDes.
Lebih lanjut Ani mengatakan pihaknya justru mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sudah menyediakan rumah karantina khusus. Semestinya, kata dia, daerah-daerah di DIY juga menyediakannya sebaga bentuk antisipasi dari penyebaran infeksi Covid-19.
Sementara itu, Andi, salah satu penghuni rumah karantina di gedung Saemaul, Kaligondang, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, mengaku nyaman tinggal di ruang tersebut. ia sudah sembilan hari menghuni tempat tersebut karena ada penolakan dari warga di salah satu dusun.
Alasan penolakan tersebut karena ia bersama keluarganya sempat bepergian ke Bandung selama tiga hari. Andi mengatakan saat bepergian belum ada kebijakan lockdown di kampung tempat dia mengontrak, “Saat saya pulang ada kebijakan lockdown,” kata dia.
Ia mengapresiasi Pemdes Sumbermulyo yang sudah memfasilitasi tempat tinggal berikut kebutuhannya sehari-hari, seperti makan tiga kali dalam sehari selama dua pekan, kebutuhan sabun cuci serta gula dan teh. Selain keluarga Andi sebanyak lima orang, di Gedung Saemaul juga ditinggali dua remaja yang baru pulang dari Cengkareng, Jawa Barat. Keduanya baru tinggal dua hari di rumah karantina tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
BGN mengungkap tunggakan Rp1,6 triliun dari anggaran 2025. Pembayaran dilakukan bertahap pada 2026 setelah proses review selesai.
Penerapan bensin E10 dinilai dapat mengurangi impor BBM, namun perlu peningkatan produksi bioetanol, kendaraan listrik, dan transportasi umum.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan timnya menjalani persiapan normal jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Ford menghadapi gugatan class action di AS. Konsumen menuntut pengembalian dana atas biaya tambahan tarif impor yang dibebankan pada Mustang Mach-E.