Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Merebaknya pandemi Covid-19 membuat kebutuhan rumah sakit terhadap media pembawa virus atau viral transport medium (VTM) cukup tinggi. Namun, kebutuhan di sejumlah rumah sakit masih belum terpenuhi.
Berangkat dari kondisi tersebut, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat program pengadaan VTM untuk mendukung pengujian pasien berkaitan dengan Covid-19. Saat ini, produksi yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi UGM telah mencapai 3.000 unit.
VTM merupakan media pembawa dahak atau spesimen lendir hidung dan tenggorokan pasien untuk kemudian dilakukan uji swab di laboratorium. Pasien yang diduga terpapar Covid-19 akan diambil spesimen lendir hidung dan tenggorokannya untuk selanjutnya dicek hasilnya lewat tes PCR (Polymerase Chain Reaction).
Ketua Prodi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UGM, Ika Puspitasari, menuturkan produksi VTM ini dilakukan di Laboratorium Advanced Pharmaceutical Science (APS) Fakultas Farmasi UGM. Menurutnya, pembuatan VTM ini untuk memenuhi kebutuhan di beberapa laboratorium pengujian swab PCR yang selama ini harus membeli VTM siap pakai, namun akhir-akhir ini pemesanan butuh proses yang lama dan harganya mulai mahal.
Dikatakan Ika, Fakultas Farmasi UGM tengah berkoodinasi dengan ekspedisi untuk pendistribusian VTM ke sejumlah rumah sakit di luar DIY. "[Sudah dikirim ke] RSUD di Jateng, seperti Rembang, Kudus, dan Semarang. Juga RS swasta di Cikarang, Tangerang, dan Jakarta," kata Ika ketika dihubungi Harian Jogja pada Rabu (15/4/2020).
Menurutnya, distribusi VTM saat ini lebih sering ke luar DIY karena rumah sakit di DIY sementara ini masih tercukupi dengan stok yang ada.
Sementara itu, Dosen Laboratorium Rekayasa Makromolekul Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, Riris Istighfari Jenie menjelaskan produksi VTM telah mengacu pada protokol Centers for Disease Control and Prevention Amerika. Untuk membuatnya diperlukan beberapa bahan yang saat ini harus dipesan dari Jakarta.
"Mudah-mudahan tidak ada kendala untuk program ini, mengingat Jakarta dan beberapa daerah sedang menjalankan PSBB sehingga bayangan kita akan memperlambat proses pengadaan bahan baku," urai Riris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Gula aren memang lebih alami, tetapi tetap bisa memicu kenaikan gula darah dan kalori jika dikonsumsi berlebihan.
Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik resmi dijual mulai Rp300 ribu dengan kapasitas GBK terbatas.
OpenAI dikabarkan menyiapkan integrasi ChatGPT dan PowerPoint berbasis suara untuk membuat presentasi otomatis lebih cepat.
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Ponsel terasa lemot setelah dipakai lama? Ini penyebab utama smartphone melambat dan cara sederhana mengatasinya.