Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayah DIY karena diduga terkait dengan Covid-19 terus bertambah, data terbaru Kamis(23/4/2020) jumlahnya telah menembus 4.000 orang.
Ribuan ODP itu tersebar di seluruh wilayah di DIY. Data tersebut diperbarui oleh laman resmi penanganan Covid-19 di DIY https://corona.jogjaprov.go.id/, Kamis (23/4/2020), pukul 20.00 WIB. Jumlah ODP di DIY tercatat sebanyak 4.002 orang.
Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 649 orang (sejumlah 725 bila diakumulasi dengan pasien positif). Sebanyak 9 di antaranya meninggal dunia.
Adapun pasien positif bertambah menjadi 76 orang. Sebanyak tujuh di antara pasien positif meninggal dunia, serta sebanyak 32 pasien sembuh dan sebanyak 37 orang kini dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY.
Berikut data sebaran ODP, PDP dan pasien positif di DIY merujuk laman resmi https://corona.jogjaprov.go.id/, Kamis(23/4/2020) pukul 20.00 WIB:
Kota Jogja
ODP: 473
PDP: 82 (MD 1, negatif 67 dan proses pemeriksaan 14)
Positif: 13 (dirawat 7, meninggal 1, sembuh 5)
Sleman
ODP: 1.243
PDP: 251 (MD 5, negatif 150, proses pemeriksaan 96)
Positif: 38 (dirawat 17, MD 4, sembuh 17)
Kulonprogo
ODP: 625
PDP: 38 (MD 0, negatif 29, proses pemeriksaan 9)
Positif: 2 (dirawat 1, sembuh 1)
Gunungkidul
ODP: 930
PDP: 65 (MD 2, negatif 36, proses pemeriksaan 27)
Positif: 5 (dirawat 3, sembuh 2)
Bantul
ODP: 731
PDP: 165 (MD 1, negatif 123, proses pemeriksaan 41)
Positif: 17 (dirawat 8, meninggal 2, sembuh 7)
Non DIY
ODP:
PDP: 48 (negatif 26, proses pemeriksaan 22)
Positif: 1 (dirawat)
Untuk diketahui, merujuk definisi dari Kementerian Kesehatan seseorang dinyatakan PDP jika ia mengalami demam atau ISPA seusai berinteraksi jarak dekat dengan pasien positif corona. Gejala itu muncul kurang dari 14 hari sejak kontak dengan pasien tersebut.
Mereka yang sempat berinteraksi dengan kasus probabel corona (belum ditentukan statusnya) juga bisa dikategorikan ke dalam PDP.
Mereka yang mengalami ISPA/pneumonia berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit bisa dikategorikan PDP.
Namun pasien-pasien penderita ISPA dan pneumonia berat ini harus berasal dari daerah terinfeksi virus Corona.
Selain itu, penyakit mereka pun tak bisa dijelaskan oleh dokter dengan penyebab di luar virus corona.
Adapun ODP merupakan orang yang sedang atau pernah mengalami demam di atas 38 derajat celsius. Selain itu, ODP juga bisa saja hanya mengalami gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.
ODP harus memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara atau wilayah Indonesia yang tercatat melaporkan penderita virus corona penyebab Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.
BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk desil 3. Simak strategi KPR subsidi, BSPS, hingga digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga melakukan pertemuan dan santap malam dengan Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X