Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. /ANTARA FOTO-Saiful Bahri
Harianjogja.com, SLEMAN - Masa pembelajaran jarak jauh dinilai akan membuat siswa SD maupun SMP di Kabupaten Sleman tidak akan mencapai target kurikulum yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman akan melakukan evaluasi lanjutan ketika siswa sudah naik kelas. Hal-hal yang tidak tercapai selama masa pembelajaran jarak jauh akan dimaksimalkan ketika siswa sudah naik kelas.
PLT Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono menegaskan bahwa akan ada dampak dari pembelajaran jarak jauh yang diterapkan ke siswa SD maupun SMP yang ada di kabupaten Sleman. Menurutnya dampak tersebut dapat diketahui dari sejumlah aspek.
"Di antaranya dari substansi atau materi pembelajaran, kedua dari sisi pendekatan pembelajaran, ketiga dari sistem penilaian kepada siswa," ujar Arif, Sabtu (2/5/2020).
Arif mencontohkan, seperti halnya dari sisi materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa juga akan dibatasi karena pendekatan pembelajaran yang dipakai menggunakan sistem daring. "Itupun kalau lancar [koneksi internet], kalau tidak lancar akan menggunakan mekanisme manual yang disertai dengan sejumlah keterbatasan yang dihadapi guru," jelasnya.
Namun demikian, upaya untuk mengevaluasi hasil belajar siswa akan tetap dilakukan. Upaya evaluasi penting untuk dilakukan guna mengetahui apa yang menjadi kekurangan siswa saat melakukan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.
"Di kelas berikutnya, siswa harus didorong, kekurangan-kekurangan selama rentan waktu pembelajaran jarak jauh harus diidentifikasi, misalnya siswa kelas empat SD akan didorong ketika ia naik di kelas lima, kekurangan anak-anak harus diidentifikasi," jelasnya.
Upaya identifikasi kepada siswa sudah direncanakan oleh Arif dan jawatannya untuk dilakukan. Setiap mata pelajaran yang sudah diberikan kepada siswa nantinya akan dilaksanakan upaya evaluasi di tingkat berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.
Penderita asam urat tetap bisa menikmati daging kurban saat Iduladha dengan pola makan sehat, porsi terkontrol, dan cara memasak yang tepat.
Operasi lintas negara bongkar penipuan digital Rp13 triliun dengan berbagai modus aplikasi palsu dan investasi fiktif.