PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dilanda hujan pada hari ini, Kamis (14/5/2020).
Namun, sebaran hujan di lima wilayah yang meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo berbeda-beda.
Rinciannya, Kota Jogja diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan lokal, malam berawan, dini hari cerah berawan.
Sleman diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan, malam berawan dan dini hari cerah berawan.
Bantul diperkirakan pagi berawan, siang cerah berawan, malam berawan dan dini hari hujan lokal.
Kulonprogo diperkirakan pagi berawan, siang hujan lokal, malam berawan dan dini hari hujan lokal.
Gunungkidul diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan, malam berawan dan dini hari berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar 23 hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban 55 hingga 95%.
Gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di laut selatan DIY bahkan bisa mencapai 3,4 hingga 4 meter. Angin bertiup dari tenggara ke barat barat laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.