2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Ilustrasi genangan air. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA- Menjelang akhir pekan, Jumat (15/5/2020) hanya satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diperkirakan bakal turun hujan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan hanya akan turun di wilayah Sleman.
Adapun rinciannya, wilayah Bumi Sembada tersebut diperkirakan pagi hari berawab, siang hujan ringan, malam hingga dini hari berawan.
Kota Jogja diperkirakan pagi cerah cerah berawan hingga siang, malam hingga dini hari berawan.
Bantul diperkirakan pagi, siang hingga malam cerah berawan, dan dini hari berawan.
Kulonprogo diperkirakan pagi hingga siang cerah berawan dan malam hingga dini hari berawan.
Gunungkidul diperkirakan pagi, siang hingga malam cerah berawan, dini hari berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar 22 hingga 33 derajat celcius dengan kelembaban 55 hingga 95%.
Gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan DIY yang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Angin bertiup dari timur ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.