Pemerintah Godok Wajib Nomor HP untuk Akun Medsos
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Ilustrasi face shield./Istimewa/Business Insider via Okezone.com
Harianjogja.com, BANTUL - Mengingat sangat diperlukannya alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis di masa pandemi Covid-19 ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan memproduksi face shield secara massal untuk dibagikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah yang ada di seluruh Indonesia.
"Kebutuhan face shield sangat tinggi dan kita akan produksi massal untuk kita bagikan secara gratis," kata Rektor UMY Gunawan Budiyanto saat menyerahkan bantuan face shield di Kampus UMY, Kamis (14/5/2020), dikutip dari Okezone.com, Jumat (15/5/2020).
Ide awal produksi face shield ini, lanjut dia, tidak lepas dari kebutuhannya yang terus meningkat seiring bertambahnya kasus covid-19. Sementara stok di pasaran juga sangat terbatas, bahkan keberadaan alat ini mulai langka.
"Teknis pengerjaan dilakukan Program Studi Teknik Mesin di Lab Teknologi Plastik," jelasnya.
Sementara Kepala Prodi Teknik Mesin UMY Berli Paripurna mengatakan, untuk memproduksi secara massal, mereka melibatkan para mahasiswa dan relawan.
Bingkainya akan menggunakan plastik polypropylane yang tahan larutan kimia dan dapat disterilkan dengan panas. Sedangkan untuk shield-nya menggunakan acrylic.
Produksi frame dilakukan dengan mesin injection molding yang sudah ada di lab plastik. Sedangkan shield dibeli secara lembaran.
"Saat ini kita sedang proses pembuatan cetakan, sedangkan cetak massal akan kita mulai pekan depan," ujarnya.
Diperkirakan setiap hari alat yang ada akan mampu mencetak hingga 600 unit. Sedangkan target awal produksinya mencapai 14.000.
Nantinya alat ini dibagikan ke rumah sakit di jaringan Muhammadiyah. "Kita akan sumbangkan secara gratis ke rumah sakit," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Okezone.com dengan judul \'UMY Akan Produksi Massal Face Shield untuk Atasi Kelangkaan\'
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.