Disnakertrans DIY Gelar Edukasi Verifikasi Data Serikat Buruh
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mendorong pemutakhiran data keanggotaan serikat pekerja secara berkala.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. /Ist-dok
Harianjogja.com, JOGJA-- Tren ungkapan "Indonesia Terserah" di media sosial semakin ramai dibahas warganet. Ungkapan ini sebagai bentuk kekesalan para pekerja medis melihat perilaku masyarakat yang kian acuh terhadap wabah corona. Mereka kecewa karena perjuangan tak kenal lelah melawan virus bernama resmi Covid 19 hingga bulan ketiga masa pandemi corona pada akhirnya direspon percuma oleh masyarakat.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi menyadari kondisi saat ini menyakitkan sekaligus menyengsarakan para pekerja medis. Di sisi lain masyarakat mulai gerah. Masyarakat seharusnya sadar ada pekerja medis yang harus didukung dengan cara patuh kepada protokol kesehatan, sekalipun kondisi ini menyulitkan kehidupan mereka.
Menurut Subardi, yang dibutuhkan saat ini adalah mempertahankan semangat juang. Bersikap egois dan apatis hanya akan memperburuk keadaan. "Mari saling mendukung. Jangan terserah jangan menyerah. Jangan kalah, apalagi pasrah. Ancaman ini belum musnah. Kalau ceroboh kita akan sengsara."
Politisi berusia 68 tahun ini berujar semua masyarakat dapat berjuang sesuai kemampuannya. Masyarakat juga tidak dapat berjuang dengan cara berdiam di rumah menghindari kerumunan. Begitupun dirinya, sebagai anggota dewan ia wajib mengabdi kepada segenap lapisan masyarakat.
"Segala macam upaya saya kerahkan. Bantuan bahan pokok sejumlah ribuan sudah disebar sejak awal Maret lalu. Siapapun dapat menerimanya. Begitu pula dengan bantuan Alat Pelindung Diri senilai 500 juta untuk pekerja medis. Bantuan hasil kerja sama Komisi VI dengan BUMN telah diserahkan kepada Rumah Sakit dan Klinik Kesehatan di lima kabupaten/kota se DIY."
Subardi berharap solidaritas kebangsaan tetap kuat agar situasi tidak memburuk. Ia juga mendorong aparat lebih sigap bertindak untuk memastikan masyarakat tidak lengah. Apalagi dengan perangkat intelijennya diharapkan mencegah pelanggaran protokol kesehatan.
"Saya memahami situasi ini kian menjenuhkan. Tetapi yang tidak hilang dari corona adalah harapan. Yakinlah dengan solidaritas kebangsaan kita mampu keluar dari keterpurukan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mendorong pemutakhiran data keanggotaan serikat pekerja secara berkala.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.