Bantul Kehilangan Pendapatan Rp333 Miliar karena Pandemi Covid-19

Jumali
Jumali Jum'at, 05 Juni 2020 19:27 WIB
Bantul Kehilangan Pendapatan Rp333 Miliar karena Pandemi Covid-19

Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul kehilangan pendapatan hingga Rp333 miliar selama pandemi Covid-19.

“Pendapatan sulit ditingkatkan di era pandemi. Padahal, tanpa pandemi, kami juga sudah kesulitan untuk meningkatkan pendapatan,” kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2020).

Menurut Halim, pemkab masih mengandalkan dana perimbangan dari pusat. Pendapatan asli daerah (PAD) baik dari sektor pariwisata, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan BPHTB), serta pajak bumi dan bangunan, jelas tidak bisa diandalkan karena ekonomi lesu.

“Nilai penurunan Rp333 miliar ini cukup besar,” kata Halim.

Pemkab kemudian mengetatkan pengeluaran. Sejumlah kegiatan dan anggaran yang tidak terlalu penting dicoret dan dirasionalisasi.

"Anggaran  yang dianggap prioritasnya level 3, atau 4, ditunda pelaksanaannya. Begitu juga dengan anggaran belanja dan jasa yang tidak mendesak, kami tunda dulu," ucapnya.

Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis mengatakan belum mengetahui secara detail penurunan pendapatan karena pandemi Covid-19.

Kendati demikian, ia berharap new normal dan rencana pembukaan sejumlah tempat wisata pada Juli mendatang, akan berdampak dan membuat pendapatan Pemkab Bantul segera pulih.

"Karena sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang diandalkan untuk meraih pendapatan," ucap Wildan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online