Dituntut 18 Tahun, Kuasa Hukum Yakin Nadiem Makarim Bebas
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
Ilustrasi/Antara-Umarul Faruq
Harianjogja.com, JOGJA—Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja terus memperluas cakupan sasaran rapid test acak guna mencegah penyebaran virus Corona dari orang tanpa gejala (OTG).
“Sekarang, kami melakukan rapid test acak dengan sasaran masyarakat umum, bisa kepala keluarganya, ibu rumah tangga hingga anak-anak, karena semuanya berpotensi terpapar,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi, Rabu (17/6/2020).
Baca Juga: Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19 & Banyak Dijual Murah di Apotek, Ini Harganya
Menurut Heroe, terdapat setidaknya lima kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala yang dirawat di rumah sakit. Kelima pasien OTG tersebut termasuk dua pasien yang baru saja masuk yaitu pekerja di sektor konstruksi dan keluarganya.
“Karena tidak menunjukkan gejala sakit mengarah ke Covid-19, maka pasien dari orang tanpa gejala akan sulit dideteksi sehingga perlu dilakukan kegiatan rapid test dengan sasaran yang lebih luas,” katanya.
Rapid test acak dengan sasaran masyarakat umum tersebut dilakukan dengan mengundang warga untuk datang ke puskesmas yang ditunjuk.
Baca Juga: Mengenal Dexamethasone, Obat Murah yang Manjur Cegah Kematian akibat Covid-19
Total warga yang ditetapkan sebagai sampel rapid test acak di Jogja sebanyak 618 orang yang berasal dari 35 kelurahan. Penentuan jumlah sampel di suatu wilayah berdasarkan berbagai faktor, di antaranya jumlah kasus di wilayah tersebut dan jumlah penduduk.
“Memang ada yang merasa keberatan, tetapi lebih disebabkan karena masyarakat takut dengan jarum suntik ketika harus diambil sampel darahnya. Jika tidak berkenan, dilimpahkan ke anggota masyarakat lain,” katanya.
Baca Juga: Dexamethasone Diklaim Mujarab Obati Pasien Covid-19
Selain masyarakat umum, rapid test acak akan dilanjutkan dengan sasaran kafe dan restoran pada pekan depan serta ke kelompok pekerja di lingkungan Pemerintah Kota Jogja yang rentan terpapar virus corona seperti Satpol PP dan Jogoboro (petugas keamanan di Malioboro).
Sebelumnya, rapid test acak dilakukan dengan sasaran pedagang di pasar tradisional dan pekerja atau karyawan di mal.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogja Tri Mardaya mengatakan, kegiatan rapid test acak dengan sasaran masyarakat akan dilakukan selama dua hari, yaitu 17-18 Juni di puskesmas. “Untuk kesiapan test kit, masih cukup banyak. Saat ini tersisa sekitar 3.000 unit alat tes,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.