19 WNA Love Scammer Diciduk di Tangerang, Modus Terbongkar
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Rifka Annisa mempersembahkan sebuah karya film pendek berjudul "ASA". Film hasil kerja sama dengan Onomastika Films, ini diilhami kisah nyata seorang penyintas kekerasan seksual.
Fenomena kasus kekerasan seksual yang dialami anak-anak dan remaja masih banyak terjadi, termasuk para penyintas yang didampingi Rifka Annisa selama ini.
"Pada umumnya korban kekerasan seksual mengalami stigma negatif dari lingkungannya, dari keluarganya, sehingga alih-alih mereka mendapatkan dukungan malah mendapatkan cibiran yang membuat mereka terpuruk," ungkap Indiah Wahyu Andari, Manajer Divisi Pendampingan Rifka Annisa WCC, dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @rifkaannisa_wcc, belum lama ini, dikutip pada Sabtu (4/7/2020).
Film ASA sendiri menggambarkan dinamika korban kekerasan seksual. Setiap penyintas berhak untuk pulih. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan sehingga mereka bisa kembali berdaya dan berani menggapai cita-cita.
"Film ini diilhami dari kisah nyata klien Rifka Annisa yang mengalami kekerasan seksual dan kemudian mendapatkan dukungan yang penuh dari keluarga untuk dia kemudian bisa menggapai cita-citanya kembali meskipun mengalami kejadian pahit dalam hidupnya," kata Indiah Wahyu Andari.
Pada keterangan video, dia juga mengungkapkan, film pendek ini diharapkan bisa turut memberikan dukungan bagi para korban kekerasan seksual sehingga mereka bisa bangkit dan berdaya.
Di sisi lain, Ernanto "Seoyik" Kusumo yang berperan sebagai Bapak dalam film ASA, menyoroti pentingnya dukungan orangtua bagi penyitas kekerasan seksual.
Dia mengungkapkan, "Menurut saya, film ini termasuk film yang nggawa, sangat reflektif. Cerita ini barangkali banyak kita jumpai di sekitar kita."
"Yang bisa kita petik dari film ASA ini, apapun dan bagaimana pun kondisi orangtua, tetaplah harus memperhatikan anak-anak kita, dan meningkatkan intensitas komunikasi dengan mereka," imbuhnya.
Semakin penasaran dengan kisahnya? Nantikan saja peluncurannya di YouTube Rifka Annisa dan Instagram @rifkaannisa_wcc pada 17 Juli mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.