OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Kegiatan di kawasan wisata Hutan Pinus, Mangunan, Bantul, Sabtu (5/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL - Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke objek wisata hutan pinus Dlingo, ada baiknya tunda dulu rencana itu. Sebab, pihak pengelola belum mau membuka pintu bagi wisatawan sampai waktu yang belum ditentukan.
"Belum dibuka mas. Malam nanti [Senin] kita baru mau rapat, apakah kita perlu mengajukan uji coba atau tidak. Kita masih banyak pertimbangan dan persiapan. Ngarso dalem saja bilang, pembukaan objek wisata bukanlah prestasi, tapi justru tantangan buat pengelola," ujar Purwo Harsono, Ketua Koperasi Noto Wono ketika dihubungi Harian Jogja, Senin (6/7/2020).
Laki-laki yang akrab disapa Ipung itu bahkan tak mau memasang target. Ia menilai pembukaan objek wisata hutan pinus tak bisa dilakukan secara cepat. Perlu adanya persiapan, terutama pada bagian sumber daya manusia [SDM] yang mesti siap dengan fase kenormalan baru alias new normal.
SDM yang Ipung maksud adalah para pelaku wisata. Mereka harus dilengkapi dengan pemahaman yang lengkap soal Covid-19 itu sendiri. Tak ketinggalan Ipung juga harus memastikan kesediaan peralatan pendukung protokol kesehatan seperti masker dan face Shield Sebab, ia menilai Covid - 19 merupakan penyakit yang belum dapat dipastikan gejalanya. Jangan sampai timbul klaster baru dari pembukaan objek wisata.
"Ke depan kita akan mengusung tema new destination. Objek wisata hutan pinus akan tampil dengan kemasan dan daya tarik baru," tukas Ipung.
Bupati Bantul, Suharsono telah memberi lampu hijau bagi sektor pariwisata. Mulai Rabu, (1/7/2020) kemarin, ia mengizinkan objek wisata buka dengan skala yang terbatas dan menyesuaikan protokol kesehatan. Kendati begitu, belum semua pengelola objek wisata merespon sikap Suharsono.
Menurut pantauan Harian Jogja pada Rabu, (1/7/2020) kemarin objek wisata hutan pinus masih tertutup untuk umum. Tak tampak aktivitas dari pihak pengelola. Tali pembatas juga masih terpasang mengelilingi lokasi. Hanya saja, beberapa kali ditemukan calon wisatawan yang datang. Mereka terpaksa kembali lantaran baru tahu hutan pinus masih tutup.
Hal serupa juga diutarakan Ipung. Hari Minggu (5/7/2020) kemarin, katanya puluhan kendaraan mendatangi objek wisata hutan pinus. Pengelola setempat sampai kerepotan menjelaskan kepada calon wisatawan bahwa operasional wisata masih tutup sampai waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan bahwa tak semua objek wisata belum sepenuhnya dibuka. Bagi pengelola yang hendak membuka objek wisata, katanya perlu melakukan pengajuan. "Untuk Parangtritis masih melanjutkan ujicoba, sementara yang lain bisa mengajukan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah saham SpaceX dan Tesla menguat. Kekayaannya mencapai sekitar US$1,046 triliun.
Italia menang 3-1 atas Turki di Nations League. Mancini mengakui timnya kelelahan, tetapi kemenangan menjaga peluang lolos ke perempat final.
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Celine Evangelista menyurvei villa Rp2 miliar di Madinah. Properti tiga lantai itu memiliki dua lift, rooftop, dan ruang keluarga luas.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.