Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi aktivitas kelas digital ./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Pembelajaran jarak jauh masih akan berlanjut pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai pada 13 Juli mendatang. Jogja belajar Class, aplikasi berbasis website menjadi media yang akan dioptimalkan untuk menunjuang pembelajaran jarak jauh.
Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Edy Wahyudi, menuturkan Jogja Belajar Class sebenarnya telah dibuat jauh sebelum pandemi covid-19, yang digunakan guru untuk mendukung pembelajaran di sekolah.
“Awalnya untuk suplemen kegiatan belajar di sekolah yang sebelumnya guru terbatas mengadakan pembelajaran di sekolah, kemudian diberi kesempatan untuk mengunggah materi belajar di kelas maya,” ujarnya, Senin (6/7/2020).
Lalu saat pandemic covid-19, Jogja Belajar Class digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Pada mulanya, karena banyak yang mengakses di waktu bersamaan, sering terjadi masalah jaringan. Namun hal ini diatasi dengan menaikkan bandwidth.
Atas hasil evaluasi pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung, perlu adanya peningkatan kompetensi guru. Untuk itu, pihaknya telah menggelar bimtek online yang sampai saat ini telah sampai pada Angkatan keempat, masing-masing diikuti 75 peserta.
“Layanan kita siapkan, tapi kalua kompetensi guru tidak memadahi tentu akan menjadi masalah tersendiri. Sementara anak-anak milenial tidak perlu bimtek, untuk urusan IT sudah luar biasa. Bimtek online juga menggunakan portal Jogja Belajar,” kata dia.
Bimtek ini menurutnya sangat dibutuhkan guru. Hal ini terlihat dari banyaknya guru yang mendaftar. Awalnya, ia menargetkan setiap Angkatan hanya 50 guru, namun karena kurang ditambah menjadi 75 guru. Sampai saat ini total peserta sudah sekitar 300 guru.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan Jogja Belajar Class menjadi salah satu inovasi yang diikutkan dalam lomba Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
“Jogja Belajar Class masuk dalam 99 inovasi terbaik, dalam proses menuju lima besar. Selain itu kami juga mengajukan Jogja Plan yang saat ini masuk 15 inovasi terbaik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.