RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, BANTUL-Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Cabang Bantul mengaku kehilangan dua sosok lurah atau kepala desa teladan selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Dua kepala desa di Bantul meninggal dunia karena kelelahan selama masa pandemi ini.
Terbaru Kepala Desa Trirenggo, Munawar, meninggal dunia pada Selasa (14/7/2020) dini hari. Ia diduga meninggal dunia karena kelelahan. Sebelumnya Kepala Desa Selopamioro, Himawan Sadjadi juga meninggal dunia karena kelelahan pada 26 Maret lalu. Bahkan Himawan meninggal dunia setelah ikut melakukan aktivitas pencegahan Covid-19 bersama masyarakat.
Ketua Apdesi Bantul, Ani Widayani menilai sosok kedua almarhum kepala desa tersebut merupakan pekerja keras, tidak mengenal waktu dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai kepala desa. Sering tugas-tugas kepala desa yang tidak selesai di kantor dikerjakan di rumah.
"Apdesi sangat kehilangan dua sosok lurah panutan bagi lurah se-Bantul. Saya jadi saksi keduanya telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk pemerintahan desa dan masyarakat yang dipimpinnya," kata Ani, saat dihubungi Selasa (14/7/2020).
Ani mengatakan selama pandemi Covid-19 ini kepala desa lebih sibuk karena menjadi bagian dari gugus tugas percepatan percepatan penanganan penularan infeksi Covid-19, termasuk mengurus soal bantuan langsung tunai atau BLT dana desa. Pihaknya meminta semua kepala desa untuk tetap mengutamakan kesehatan di samping menyelesaikan tugas pemerintahan.
Kepala Dusun Bogoran, Trirenggo, Bantul, Istiyarno mengatakan kepala Desa Trirenggo meninggal dunia di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul, sekitar pukul 01.54 WIB. Ia belum mengetahui pasti penyebab meninggalnya almarhum Munawar. Namun dugaan sementara karena sakit jantung dan kelelahan.
Sebab pada Senin siang almarhum Munawar masih memimpin rapat perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2020. Istiyarno termasuk ikut rapat di dalamnya dari pagi sampai pukul 11.30 WIB, "Kemarin itu masih sehat dan bugar, masih mimpin rapat dan makan siang," ucap Istiyarno.
Munawar meninggalkan seorang istri, dua anak dan menantu. Almarhum disemayamkan di rumah duka di Dusun Priyan dan dimakamkan di Pemakaman Klembon, pukul 11.00 WIB.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Setda Bantul, Kurniantoro menilai almarhum Munawar sebagai sosok pekerja keras, "Semangat dan komitmennya tinggi untuk pengembangan Desa Trirenggo. Pemikirannya jauh ke depan," kata dia.
Terkait penggantian kepala desa, Kurniantoro mengatakan masih dalam pembahasan. Namun kemungkinan pemilihan kepala desa selanjutnya dilakukan melalui Pergantian Antar Waktu seperti Desa Selopamioro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.