Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, memantau guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Jogja melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Senin (3/8/2020).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini diterapkan di semua sekolah sebagai dampak pandemi Covid-19 masih menemukan eberapa persoalan, salah satunya kesulitan akses pembelajaran bagi siswa sekolah.
Mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kota Jogja meluncurkan program Guru Berkunjung yang memungkinkan bertemunya guru dan siswa di luar sekolah di masa pandemi sekarang ini.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengungkapkan sebesar 44% orang tua kesulitan mengakses PJJ. Sebanyak 14% menyatakan hanya memiliki satu telepon seluler sedangkan 34% mengklaim ada kesulitan soal pulsa.
Berdasarkan pemantauannya di beberapa sekolah, dari sekian banyak soal atau tugas yang diberikan sekolah pada siswa, hanya sekitar 2/3 yang bisa langsung menjawab sementara 1/3 sisanya tidak bisa langsung menjawab karena tidak daring.
Selain itu, orang tua juga kadang kesulitan dalam membantu menjelaskan materi pelajaran pada siswa. Bahkan dalam pelajaran dasar baca tulis dan menghitung, orang tua akan kesulitan jika tidak memiliki metode yang benar.
Dalam program Guru Berkunjung, setiap sekolah akan memetakan mana saja siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh. Kalau dalam satu wilayah ada banyak, bisa dikumpulkan di balai RW, kalau sedikit guru bisa mendatangi langsung ke rumah siswa.
Ke depan, tidak berhenti di Guru Berkunjung saja, Pemkot merencanakan membuat simulasi pembelajaran di sekolah dengan pembatasan jumlah dan waktu. “Semisal satu atau dua pekan sekali. Pemkot baru menyiapkan uji cobanya,” kata Heroe saat meninjau pelaksanaan Guru Berkunjung di Kelurahan Rejowinangun, Kecmaatan Kotagede, Senin (3/8/2020).
Dalam tinjauan kemarin, Heroe menyerahkan bantuan gadget kepada beberapa siswa. Bantuan tersebut bukan dari Pemkot Jogja melainkan elemen masyarakat yang ingin terlibat dalam mengatasi persoalan akses pembelajaran ini, yaitu Jogja Bike.
Direktur Utama Jogja Bike, Muhammad Aditya, menuturkan pada tahap awal ini ada 10 gadget yang disalurkan pada siswa yang membutuhkan. “Harapannya ini sebagai inisiatif awal untuk mendorong pihak-pihak lain ikut terlibat menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban berubah. Pencarian 55 korban tetap dilanjutkan.
Inggris mengalahkan Kroasia 7-0 di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol.
Kementerian Pariwisata mencatat makanan lokal mulai langka dan 45% berpotensi punah. Sego golong hingga dawet sambel perlu dilestarikan.
Tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand telah terjual lebih dari 55 ribu kursi hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.