Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X segera meluncurkan dua aplikasi untuk mendukung kegiatan pariwisata selama masa pandemi COVID-19.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan seusai menemui Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Selasa, mengatakan dua aplikasi itu yakni "Visiting Jogja" dan "Jogja Pass" akan diluncurkan Gubernur DIY pada 27 Agustus 2020 seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke DIY.
"Aplikasi \'Jogja Pass\' bertujuan untuk memudahkan tracing (pelacakan kontak), dan \'Visiting Jogja\' untuk memantau perekonomiannya," kata Hilman.
Ia menuturkan DIY telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif pada triwulan satu dan dua tahun 2020.
BACA JUGA: 18 Warga DIY Hari Ini Dilaporkan Terinfeksi Corona
Untuk itu, ia berharap pertumbuhan ekonomi DIY di triwulan ketiga dan keempat ini bisa tumbuh secara meyakinkan tapi tetap aman.
"Tadi arahan dari Ngarsa Dalem, memang harus disiplin penggunaan kedua aplikasi ini. Tujuannya agar masyarakat yang datang bisa termonitor dan merasa aman datang ke DIY," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Rony Primanto Hari mengatakan dua aplikasi itu pada dasarnya memiliki manfaat yang sama.
Hanya saja, kata Rony, untuk Jogja Pass dapat digunakan untuk seluruh kegiatan di DIY yang bisa menyebabkan kerumunan. Sedangkan Visiting Jogja lebih untuk digunakan memonitor pengunjung yang mengunjungi objek wisata.
"Dua hal ini menjadi yang diperlukan, ketika kita ingin mencegah penularan COVID-19 di DIY. Semoga semua pihak bisa disiplin menggunakan kedua aplikasi ini," kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan khusus untuk aplikasi Visiting Jogja nantinya akan dikembangkan menjadi kebijakan satu data pariwisata DIY secara bersama.
Aplikasi itu, menurut Singgih, juga sekaligus dapat digunakan untuk mempromosikan pariwisata DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 21 Juni 2026 didominasi cerah berawan. Simak suhu dan potensi hujan di DIY hari ini.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Pemkab Bantul menata ulang Gumuk Pasir Parangtritis dengan mengubah rute jip wisata dan melanjutkan restorasi zona inti seluas 141 hektare.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru rute Tugu Yogyakarta-Palur lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan dan informasi perjalanan terkini.
SPMB SMP Jogja 2026 menghadirkan fitur ubah pilihan sekolah secara real time. Calon siswa bisa menyesuaikan pilihan selama pendaftaran berlangsung.