Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan panen raya padi di Bulak Jabung, Pandowoharjo, Rabu (1/4/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang pemimpin daerah selalu dihadapkan dengan agenda rapat setiap hari. Bahkan dalam sehari, jadwal rapat bisa bekejar-kejaran dari satu instansi ke instansi lain.
Kondisi itu diamini Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sebagai pemimpin daerah Sembada yang sudah memimpin selama dua periode, Pak Sri, begitu sapaan akrabnya ini, sudah tak kaget lagi dengan agenda rapat yang tumpuk-tumpuk.
Kendati melelahkan, ia mengakui hal itu menjadi konsekuensi sebagai seorang pemimpin daerah.
"Apakah panjenengan membayangkan rapat itu melelahkan? apalagi kalau jadwalnya padat & waktunya kejar-kejaran, konsekuensi bekerja dlm sebuah tim besar memang demikian," tulis Sri Purnomo dalam cuitannya Kamis (3/9/2020).
Apakah panjenengan membayangkan rapat itu melelahkan? apalagi kalau jadwalnya padat & waktunya kejar-kejaran, konsekuensi bekerja dlm sebuah tim besar memang demikian pic.twitter.com/3832WeBPQX
— Sri Purnomo (@SriPurnomoSP) September 3, 2020
Bukannya mengeluh, suami dari Kustini Sri Purnomo (KSP) ini justru malah senang dan mengaku menikmati agenda rapat yang padat. Menurutnya, estafet rapat dari satu tempat ke tempat lain bisa bertemu dengan banyak orang dengan karakternya masing-masing serta menambah pengetahuan.
Ya meski menurutnya kegiatan itu pernah menyulut emosinya.
"Tapi saya kok malah merasa asik ya Estafet dari forum satu ke forum selanjutnya bertemu dengan orang berbeda dan membahas topik yang berbeda pula Pikiran selalu jadi segar dan pengetahuan terus bertambah Ada kalanya menguras emosi juga, tapi bukan marah," lanjut Sri Purnomo.
Sadar sudah dipercaya masyarakat Sleman untuk memimpin bumi Sembada ini, pria yang akan menutup masa jabatannya sebagai Bupati Sleman ini hanya dapat berikhtiar untuk melayani warga Sleman dengan baik.
"maklum karena harus ngemong banyak orang, dengan beragam kepentingan Saya sadar, hampir mustahil bisa memuaskan sejuta lebih warga Sleman Insya Allah terus berikhtiar. Bismillah," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Twitter
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.