Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
TPR Induk Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pariwisata Bantul akan memperketat pintu masuk kawasan wisata Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, termasuk Kamis (10/9/2020) malam ini.
Pengamanan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis ini akan melibatkan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan.
Baca juga: Studi: Penggunaan Masker Pengaruhi Tingkat Keparahan Infeksi Virus Corona
“Biasanya malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon selalu ramai, kami akan perketat penjagaan di TPR Parangtritis,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Kamis (10/9/2020).
Kwintarto mengatakan pengunjung kawasan wisata di Parangtritis di malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon itu tujuannya adalah ke Parangkusumo dan biasanya pengunjung rutin sejak dulu. Namun dalam situasi Pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 pihaknya perlu memperketat setiap pengunjung yang masuk agar memenuhi protokol kesehatan Covid-19.
Pihaknya tidak ingin kecolongan ada penularan Covid-19 di kawasan wisata. Semua pengunjung akan melalui pemeriksaan. “Semua nanti di-screening kalau engga pakai masker akan tidak diperkenankan masuk, kami minta untuk mencari masker terlebih dahulu, ada pemeriksaan suhu,” kata Kwintarto.
Baca juga: Ganjar Kurang Sepakat Sanksi Masuk Kamar Mayat dan Keranda untuk Pelanggar Protokol Kesehatan
Pengetatan pemeriksaan itu diakui Kwintarto dalam rangka mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 di objek wisata seperti yang terjadi di wilayah Kota Jogja. Saat ini pihaknya juga akan mengevaluasi semua sarana dan prasarana protokol kesehatan di semua objek wisata.
Kapolsek Kretek AKP S Parmin mengatakan Setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon sudah otomatis ada penebalan pengamanan karena pengunjung ramai terutama Parangkusumo. Bahkan pihaknya juga menambah personel patroli rutin dari yang biasanya empat personel menjadi 10 personel. “Selain memastikan protokol kesehatan Covid-19, kami juga mengantisipasi seperti tindakan kriminal,” kata Parmin.
Penambahan personel dan penebalan patroli ini diakui Parmin sudah dilakukan sejak pandemi Covid-19 di kawasan wisata Parangtritis tersebut. Sejauh ini pihaknya hanya melakukan imbauan kepada wisatawan atau pengelola wisata yang tidak mentaati protokol kesehatan agar mentaatnya.
Menurut dia, masih ada satu-dua wisatawan yang ditemukan tidak membawa masker, namun banyak juga wisatawan yang membawa masker namun tidak dikenakan dengan baik dan benar. “Sebenarnya banyak yang sudah membawa masker tapi terkadang maskernya disaku atau tidak digunakan semestinya. Nah itu kami ingatkan terus,” tandas Parmin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.