Kemarau Panjang Justru Membawa Berkah bagi Petani Durian Gunungkidul
Kemarau panjang di Gunungkidul membuat buah durian lebih sedikit rontok dan tanaman tembakau tumbuh subur. Petani berharap panen lebih maksimal.
Wisatawan mengunjungi pantai kukup saat masa percobaan new normal, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020). / Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kebijakan PSBB di Jakarta tidak berpengaruh banyak terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan mayoritas pengunjung masih didominasi dari kawasan regional Jawa Tengah-DIY.
Tim Pemasaran Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan, untuk kawasan wisata di Nglanggeran sudah mulai menggeliat sejak dilakukan uji coba pembukaan beberapa waktu lalu. Hanya saja, untuk keadaan belum bisa kembali normal seperti sebelum adanya pandemi corona.
Baca juga: Tak Banyak Pemuda Ngopi di Cafe, Penjualan Arabika Anjlok
Dia menjelaskan, untuk saat ini kunjungan per hari hanya sekitar 50 pengunjung. Sedangkan untuk libur akhir pekan meningkat menjadi 100-150 pengunjung. “Kondisinya memang masih belum pulih,” katanya, Minggu (20/9/2020).
Heru mengakui, jumlah kunjungan masih didominasi pengunjung dari regional Jateng-DIY. Oleh karenanya, kebijakan PSBB yang diterapkan di Jakarta tidak berpengaruh terhadap penurunan kunjungan di Gunung APi Purba Nglanggeran. “Turunnya karena pandemi corona secara global, tapi untuk PSBB saya kira tidak ada karena kunjunga masih seputaran DIY dan Jateng,” katanya.
Baca juga: Epidemiolog UI Sebut Jika Tidak Ada PSBB, Kurva Penularan Covid-19 Lebih Buruk
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono. Menurut dia, hingga Jumat (19/9/2020) kunjungan di destinasi wisata Gunungkidul selama pandemic corona sebanyak 478.110 pengunjung. Jumlah ini didominasi oleh wisatawan dari Jateng dan DIY.
Oleh karenanya, ia beranggapan kebijakan PSBB di Jakarta tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan pariwisata di Gunungkidul. “Memang masih cakupan regional Jateng-DIY, jadi saya kira tidak ada pengaruhnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Gunungkidul membuat buah durian lebih sedikit rontok dan tanaman tembakau tumbuh subur. Petani berharap panen lebih maksimal.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 16 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.