Cuaca Jogja Hari Ini 26 Juli Cerah, Sleman dan Kota Jogja Berkabut
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
Kegiatan sosialisasi BPH Migas, Sabtu (26/9/2020). /Ist-bph.
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah Pertamina Shop (Pertashop) saat ini baru tersedia sebanyak enam unit di wilayah DIY. Pertamina berencana menambahkan unit pertashop di wilayah DIY untuk memberikan kemudahan akses Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama kepada masyarakat desa.
Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro menyatakan dengan masih minimnya jumlah Pertashop di DIY, pihaknya mendorong agar segera didirikan terutama di Bantul dan Kota Jogja yang belum ada unitnya. Pertashop merupakan unit usaha pom mini resmi milik Pertamina yang saar ini sudah ada di Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Sosialisasi kepada masyarakat pun terus dilakukan salah satunya melalui kegiatan bertajuk Sosialisasi Tugas Fungsi dan Capaian Kinerja Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi di, Karangtengah Imogiri, Bantul Sabtu (26/9/2020).
BACA JUGA : Beromzet 1 Kiloleter per Hari, Pertashop di Cangkringan
“Dalam hal ini kami akan melakukan pengawasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Lembaga kami, agar masyarakat terjamin kesediaan BBM, termasuk gas elpiji,” terang dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.
Sales Branch Manager Pertamina Rayon III DIY Joko Priyambodo menyatakan Pertashop merupakan usulan dari Kemendagri untuk memudahkan masyarakat di desa yang masih kesulitan mendapatkan BBM. Kemudian Pertamina menyediakan lembaga penyalur kecil untuk menjangkau wilayah desa melalui Pertashop. Komoditasnya terdiri atas pertamax, pelumas serta bright gas. Pihaknya merencanakan menambah Pertashop di DIY yang saat ini baru tersedia enam unit.
“Saat ini baru ada enam unit tersebar di Gunungkidul, Kulonprogo dan Sleman, tahun depan akan kami upayakan penambahan karena di lapangan banyak permintaan terkait Pertashop. Karena ini resmi Pertamina sehingga harganya juga sama dengan di SPBU,” katanya.
BACA JUGA : Pertamina Salurkan Bantuan Bahan Pangan ke DIY
Ia menambahkan SPBU milik Pertamina semua operator harus melaksankan protokol Kesehatan dengan ketata selama pandemi berlangsung. Operator yang selalu berhadapan dengan konsumen selalu dicek suhu tubuhnya. “Termasuk disediakan sarana prasarana untuk cuci tangan. Setiap harinya selalu memonitor apakah tindakan sesuai protokol kesehatan sudah dilakukan atau belum,” ujarnya.
Anggota DPR RI Gandung Pardiman menyatakan pengawasan distribusi BBM dan Migas di DIY sangat penting dilakukan agar masyarakat tidak sulit mendapatkan. Mengingat BBM menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga Satgas pengawasan sangat dibutuhkan untuk melakukan kontrol terhadap proses distribusi.
“Pengawasan ini penting untuk melihat fakta distribusi di lapangan agar tidak terjadi kelangkaan baik BBM maupun gas elpiji. Termasuk sosialisasi ini juga penting sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.