Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak tiga polisi yang diketahui sempat melakukan kontak dengan satu dari 95 peserta aksi unjuk rasa di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test, turut dilakukan pemeriksaan.
Tiga polisi anggota Polresta Jogja tersebut telah melalui rapid test.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika ketiga anggota yang sempat mengamankan satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test tersebut juga ikut dicek kesehatannya.
"Tiga anggota yang mengamankan satu pengunjuk rasa yang diketahui reaktif juga ikut dilakukan rapid test terhadap ketiganya. Hasilnya non reaktif. Ketiganya merupakan anggota Sabhara," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi pada Minggu (11/10/2020).
Satu peserta aksi unjuk rasa yang kemudian diketahui reaktif setelah dilakukan rapid test terhadap dirinya tersebut merupakan warga Sleman, DIY. Peserta aksi demo tersebut saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman, DIY.
"Yang bersangkutan adalah pelajar dan merupakan warga Sleman. Saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara. Masih menunggu hasil swab," sambung Purwadi.
BACA JUGA: Jokowi Persilakan UU Cipta Kerja Digugat ke MK, Pengamat: Hati-Hati!
Sebelum melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) lalu, Purwadi menegaskan jika ia sudah mengimbau anggotanya agar senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Upaya tersebut agar tidak terjadi klaster saat unjuk rasa yang digelar oleh massa penolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020) lalu.
"Anggota kita sudah paham prosedurnya bagaimana menjaga protokol pencegahan penularan Covid-19 saat melaksanakan tanggungjawabnya," pungkas Purwadi.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 95 orang peserta unjuk rasa yang melakukan aksinya di sejumlah titik yang ada di Malioboro ditangkap oleh polisi pada Kamis (8/10/2020) lalu. Dari 95 orang, satu orang dinyatakan reaktif setelah dilakukan pemeriksaan rapid rest.
Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Rico Sanjaya mengatakan jika upaya rapid rest dilakukan dalam rangka mendukung terciptanya protokol pencegahan penularan Covid-19. Di sisi lain, pihaknya berupaya memutus mata rantai penularan Covid-19 yang berpotensi muncul dari aksi unjuk rasa yang digelar di Malioboro pada Kamis (8/10/2020).
"Nah, setelah diamankan ke resta semua massa dilakukan rapid test dan satu dari 95 orang itu reaktif," ujar AKP Rico Sanjaya saat dikonfirmasi di Mapolresta Jogja, Jumat (9/10/2020).
Oleh karena itu, pihaknya langsung memulangkan satu orang peserta aksi unjuk rasa yang diketahui reaktif tersebut. Dengan harapan, segera melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Tidak hanya dilakukan rapid test, peserta aksi massa yang diketahui reaktif tersebut nantinya juga akan dilakukan tes usap.
"Maka dari itu, kami memulangkan untuk melakukan isolasi mandiri dan ini juga informasi terakhir akan dilakukan swab untuk memastikannya. Untuk 94 orang itu non reaktif," sambung Rico.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.
Ratusan warga memadati area RS Sedayu General Hospital dalam gelaran “Senam Hebat” yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 16 Mei 2026.