Sri Sultan Dorong Jamsostek Menjangkau Pedagang Kecil dan Pekerja Informal di DIY
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Ilustrasi jalan rusak/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mendukung pengembangan wisata dan ekonomi di wilayah Timur Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, Permukiman dan ESDM DIY mulai merehabilitasi jalan Prambanan-Piyungan. Untuk tahun ini, perbaikan jalan utama dilakukan sepanjang 3 km.
Kabid Bina Marga DPUP ESDM DIY Bambang Sugaib mengatakan rehabilitasi jalan Prambanan-Piyungan tersebut tahap ini dilakukan dari Pasar Prambanan hingga sekitar 3km ke sisi Selatan. Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini sekitar Rp9 miliar. Dijelaskan Sugaib, pengerjaan rehabilitasi ruas jalan tersebut menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Tahun depan, Bina Marga DIY tetap akan melanjutkan proses rehabilitas jalan tersebut.
"Rehabilitasi jalan saja tidak ada pelebaran jalan. Saat ini masih dalam tahap lelang. Ruas jalan yang belum direhab akan dilanjutkan tahun depan," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (24/10/2020).
BACA JUGA: Protokol di Pasar Beringharjo Diperketat, Begini Aturannya
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, ruas jalan Prambanan-Piyungan tersebut menghubungkan antara Jalan Jogja-Solo dengan Jalan Wonosari. Di sepanjang jalan tersebut banyak mengalami kerusakan. Selain di beberapa titik bergelombang, aspal jalan juga banyak yang mengelupas. Jalan ini menjadi jalan utama untuk menghubungkan ke sejumlah destinasi wisata di wilayah Prambanan dan sekitarnya.
"Jalur Prambanan-Piyungan ini menjadi penghubung ke beberapa obyek wisata antara lain Candi Prambanan, Ratu Boko, Tebing Breksi, Candi Ngijo, dan beberapa obyek wisata lainnya," katanya.
Selain rehabilitasi jalan Prambanan-Piyungan, tahun depan Pemda DIY juga berupaka melakukan pembebasan lahan untuk jalan baru ruas Prambanan-Tawangalang. Ruas jalan yang rencananya akan dibangun pada 2022-2023 nanti akan menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul. "Itu akan menjadi jalan alternatif selain jalan Wonosari yang sudah overload," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Achmad Subhan menambahkan setelah anggaran APBD Perubahan Sleman disetujui pihaknya melanjutkan sejumlah proyek pembangunan. Salah satunya pelebaran jembatan Puren Condongcatur. "Jembatan itu akan kami lebarkan menjadi delapan meter agar kendaraan bisa bermanuver lebih luas. Ini juga untuk memecah kemacetan yang biasanya terlihat pagi dan sore," katanya.
Dijelaskan Subhan, selain jembatan Puren pihaknya juga akan melebarkan jembatan Beji dan Rejodani. Hal itu dilakukan untuk mempermudah akses jalan bagi masyarakat karena ditiga jembatan tersebut mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi. "Untuk perbaikan Jembatan Merah (Condongcatur) kemungkinan baru bisa dilaksanakan tahun 2022. Masalah yang dihadapi soal ahli waris sudah selesai hanya saja anggarannya baru tersedia pada 2022 mendatang," katanya.
Diakuinya, masa pandemi Covid-19 berdampak juga pada proyek pembangunan di Sleman karena pemerintah lebih fokus pada penanganan Corona. Pasa tahun ini, bidang Bina Marga hanya menyisakan 21 paket pekerjaan dari awalnya 105 paket.
"Ada beberapa kegiatan yang kami gelar sebelum ada Covid-19. Ada sekitar lima paket di antaranya peningkatan Jembatan Ngipik, dan ruas jalan Kaliduren-Sumber, serta pemeliharaan berkala tiga ruas jalan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
BSU Rp900.000 untuk pekerja periode Oktober–Desember 2026 belum memiliki syarat dan jadwal resmi. Simak kriteria sebelumnya dan cara cek BPJS Ketenagakerjaan.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Perumda Aneka Usaha Kulon Progo mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui Manunggal Fair 2026 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp7 miliar