Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 110 penambahan kasus positif pada Selasa (1/12/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 58 kasus. Sementara 68 kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus dilaporkan meninggal. Dengan tambahan ini total kasus positif DIY tembus 6.000 kasus.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 13 kasus, Bantul 19 kasus, Kulonprogo 16 kasus, Gunungkidul 4 kasus dan Sleman 58 kasus. “Dari pemeriksaan pada 803 sampel dari 743 orang,” ujarnya.
Dilihat dari riwayatnya, penmabahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 55 kasus, periksa mandiri 10 kasus dan belum ada keterangan 35 kasus. Satu kasus meninggal yakni Kasus 6.036, laki-laki 54 tahun, Kota Jogja, dengan komorbid diabetes melitus dan gagal ginjal.
Adapun kasus sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 11 kasus, Bantul 22 kasus, Kulonprogo 4 kasus dan Sleman 31 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 6.073 kasus, dengan 1.461 kasus aktif, 4.466 kasus sembuh dan 146 kasus meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.