Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Sejumlah pengunjung berjalan di kawasan Malioboro pada saat uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor, Rabu (11/11/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro tidak akan keluarkan izin atau merekomendasikan acara pada Natal dan Tahun Baru di kawasan Malioboro. Menurut Kepala UPT Malioboro Ekwanto, hal ini merupakan kebijakan untuk menghindari penyebaran Covid-19.
Di hari pergantian tahun, petugas keamanan juga akan turun dalam kekuatan penuh. Akan ada 110 personil Jogoboro termasuk bantuan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Perlindungan Masyarakat dari tiga kapanewon setempat. Total personil sekitar 400 orang. “Jam 21.00 atau 22.00 WIB ke atas di hari pergantian tahun, pengunjung tidak boleh berhenti di jalur cepat Malioboro untuk duduk-duduk stagnan atau menanti jam 00.00 WIB. [Apabila ada orang yang berhenti] pasti akan dihalau oleh petugas untuk jalan terus,” kata Ekwanto saat dihubungi secara daring pada Senin (14/12/2020).
Selain itu, setelah tanggal 24 Desember 2020, penyemprotan disinfektan akan dilakukan setiap hari. Sebelum tanggal tersebut, penyemportan hanya berlangsung seminggu sekali. Terdapat pula 40 wastafel dengan masing-masing berisi tiga kran air di sepanjang Malioboro. Agar pengunjung tetap menjaga jarak, di separuh kursi trotoar terdapat tanda tidak boleh duduk. “Gate Zonasi sudah kami perbarui, termasuk adanya thermo gun berdiri [untuk cek suhu] yang dipegang oleh patung Bregodo. Hal itu sekaligus menambah nuansa budaya di Malioboro,” kata Ekwanto.
Radio UPT Malioboro akan dioptimalisasi dalam memberikan informasi dan himbauan. Pengawasan akan semakin diperketat dengan 14 CCTV di berbagai titik Malioboro.
Pada pantauan Harian Jogja pada Minggu (13/12/2020), masih banyak terdapat kerumunan di kawasan Malioboro. Beberapa pedagang juga terlihat membuka masker untuk menawarkan dagangannya pada pengunjung. Beberapa kursi trotoar yang seharunya diisi satu orang juga terlihat dipakai dua orang. Petugas keamanan tidak terlihat di semua titik orang yang berkurumun untuk mengingatkan. “Itu sudah kegiatan rutin. Ada petugas dari Tim Gugus Covid-19 Kota Jogja untuk mengurai kerumunan, edukasi bermasker, dan jaga jarak,” kata Ekwanto terkait adanya kerumunan di Malioboro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.