TelkomGroup Perkuat Gerbang Digital Indonesia lewat Sistem Kabel Laut
TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia melalui Sistem Kabel Laut NCC
Pengajar Universitas Deusto, Spanyol Alex Rayon Jerez saat memaparkan materi dalam webinar Pandemi dan Pendidikan Tinggi Masa Depan, Rabu (16/12). (ist/Tangkapan layar Youtube USD)
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65, Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar webinar bertajuk Pandemi dan Pendidikan Tinggi Masa Depan pada Rabu (16/12). Sesuai dengan temanya, melalui webinar tersebut USD ingin menunjukan komitmennya dalam menyambut transformasi penyelenggaraan perguruan tinggi menuju era teknologi informasi.
Rektor USD Johanes Eka Priyatma dalam sambutannya menuturkan, pendidikan tinggi merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Proses pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak dilangsungkan secara tatap muka menjadi sedikit terguncang.
Namun, secara perlahan, dunia pendidikan mampu bangkit dan kembali ke jalurnya sebagai penentu masa depan sebuah generasi. Dengan memanfaatkan kehadiran teknologi yang sudah sedemikan maju dan kemampuan mengelola perubahan, dunia pendidikan mampu tampil sebagai salah satu institusi yang siap menghadapi dinamika baru.
“Kehadiran teknologi bukan hanya membantu mengatasi pandemi, tetapi akhirnya membawa kesadaran baru, pemahaman baru, pengalaman baru, dan bahkan imajinasi baru tentang perguruan tinggi seperti apa yang lebih optimal kinerjanya di masa mendatang,” ujarnya.
Meski demikian, situasi ini juga tak luput dari tantangan. Pengajar Univestitas Deusto, Spanyol Alex Rayon Jerez dalam paparannya mengatakan keberadaaan teknologi juga memberi banyak jalan bagi masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan. Sejumlah penyedia layanan pendidikan daring, baik yang gratis maupun berbayar terus tumbuh. Maka dari itu, dia meminta penyelenggara pendidikan tinggi turut adaptif dan gesit memahami situasi itu.
“Pendidikan tinggi merupakan investasi terbaik dibanding saham,” ujarnya. Pendidikan tinggi harus mampu menjadi yang terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Terutama dalam hal menjamin karir masa depan, pengalaman dan penguatan keterampilan baru.
Pengajar USD Paulus Kuswandono menerangkan, perguruan tinggi juga harus mampu mengedepankan orientasi masa depan. Pasalnya, saat ini banyak keterampilan serta lapangan kerja baru yang lahir. Kondisi itu menuntut kepekaan perguruan tinggi dalam memahami tren saat ini. “Saya kira pekerjaan rumah besar bagi instansi, betapa pentingnya investasi teknologi saat ini,” ucapnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia melalui Sistem Kabel Laut NCC
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
KPK menduga Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memakai Rp2,25 miliar hasil korupsi untuk membeli saham RS SSM dan masih mendalami aliran dananya.
Selamat pagi dari Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.