Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--DIY butuh ratusan tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19 yang kini terus bertambah.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan pihaknya masih terus mengupayakan penambahan tenaga kesehatan (nakes). Dari kebutuhan tambahan sebanyak 200 nakes, saat ini baru terisi 26 nakes. “masih buka kesempatan kalau masih ada calon lain,” katanya, Senin (4/1/2021).
BACA JUGA: Hari Ini Harga Tahu Tempe Naik 20%
Pada rekrutmen pertama tersebut, terdapat 80 orang yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, yang memenuhi syarat hanya 30 orang. Adapun dari 30 orang tersebut, empat diantaranya tidak melanjutkan karena keluarga keberatan. Dengan 26 nakes tambahan tersebut, bed yang dapat ditambahkan sebanyak 10 bed.
Seperti diketahui pada Senin (4/1/2021) angka kasus positif Covid-19 di DIY telah mencapai lebih dari 13.000. Total kasus positif DIY tercatat sebanyak 13.043 kasus dengan rincian 3.896 kasus aktif, 8.857 kasus sembuh dan 290 kasus meninggal. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal 44 bed, sisa 20 bed. Non kritikal digunakan 567 bed, sisa 74 bed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.