BTS Konser di Jakarta Desember 2026, Harga Tiket dan Jadwal Resminya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Selama periode 27 Januari, Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 52 kali awan panas ke arah barat daya. Akibat peningkatan aktivitas tersebut, warga di tiga dusun, Turgo, Pakembinangun, Pakem mengungsi.
Selain warga Turgo, warga Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan yang sehari sebelumnya kembali ke rumah terpaksa kembali mengungsi. Sementara satu KK Ngrangkah, Umbulharjo, Cangkringan ikut mengungsi.
Berdasarkan laporan BPPTKG Jogja, asap kawah teramati berwarna putih setinggi 20 meter di atas puncak kawah, dengan intensitas sedang hingga tebal. Hingga Rabu (27/1/2021) malam, Merapi mengeluarkan sebanyak 52 kali awanpanas 52 kali, dengan estimasi jarak maksimum 3km ke arah barat daya (hulu Krasak dan Boyong). Tinggi kolom teramati tersapu angin kencang dari Barat ke Timur rata puncak. Guguran teramati empat kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter, arah barat daya (Kali Krasak, Boyong)
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan untuk Kamis (28/1/2021) ini belum teramati adanya luncuran awan panas. Ia membenarkan adanya pengungsian warga di lereng Merapi akibat kenaikan aktivitas gunung tersebut. Berdasarkan Pusdalop BPBD Sleman, warga lereng Merapi mengungsi di tiga barak pengungsian.
Barak Utama Kalurahan Purwobinangun, Barak Rentan Purwobinangun dan SD Negeri Tawangharjoa jumlah warga yang mengungsi sebanyak 145 jiwa. Rinciannya, sebanyak 33 lansia, 76 dewasa, 32 anak, tiga balita, bayi dan ibu hamil. Di Barak Plosokerep Umbulharjo Cangkringan, hanya dihuni 10 jiwa yang berasal dari 1 KK. Terdiri dari 2 dewasa, lima anak dan tiga balita.
Terakhir di Barak Gedung PNPM Kalurahan Glagaharjo Cangkringan yang diisi oleh warga kelompok rentan sebanyak 41 jiwa. Terdiri dari 24 lansia, 21 dewasa, anak dan balita masing-masing dua orang.
"Pagi ini pengungsi di Glagaharjo tinggal lima lansia, lainya naik lagi," ujar Makwan.
BPBD Sleman, kata Makwan mengerahkan armada dan sumberdaya serta relawan untuk membantu proses evakuasi. Termasuk mendirikan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi.
"Untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 kepada pengungsi, maka petugas dan relawan di Purwobinangun akan diswab antigen, jam 09.00 WIB hari ini di aula Kalurahan Purwobinangun," kata Makwan. (Abdul Hamid Razak)
Proses evakuasi pengungsi warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Rabu (27/1) malam. (DOKBPBDSLEMAN)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Grengseng Pamuji menyebut program upland yang berjalan sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata bagi pengembangan komoditas kopi di wilayah Kabupaten Magelang.
Franchise Danur resmi berakhir setelah 10 tahun dengan film terakhirnya ditonton jutaan orang di bioskop Indonesia.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Aturan baru masuk SD 2026: Anak 5,5 tahun bisa daftar dengan surat psikolog, sekolah dilarang tes calistung. Simak rincian kuota dan syaratnya di sini.
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.