Untung Rugi Mobil Hybrid Ternyata Tergantung Harga BBM
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat adanya klaster penyebaran covid19 baru berasal dari salah satu pabrik di Sriharjo, Imogiri.
Hingga Jumat (12/3/2021), tercatat ada 15 karyawan pabrik dan satu tenaga kesehatan dari faskes swasta yang awalnya melakukan pemeriksaan dinyatakan positif Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengungkapkan klaster pabrik yang berada di Sriharjo, Imogiri kali pertama diketahui dari adanya laporan faskes swasta yang memeriksa salah satu karyawan pabrik tersebut.
Baca juga: Miris, 40 Persen Masyarakat Alami Kekerasan Gender karena Pandemi
Awalnya karyawan tersebut mengalami kehilangan indra perasa (anosmia), Selasa (2/3/2021) lalu. Setelah dites swab PCR oleh puskesmas imogiri 2, karyawan tersebut dinyatakan positif pada hasilnya pada Kamis (4/3/2021) lalu.
"Setelah itu puskemas melakukan tracing ditemukan 35 orang karyawan lain yang kontak erat. Kemudian dilanjutkan testing ditemukan 14 orang positif dan ada tambahan 1 orang nakes yang memeriksa kasus pertama," kata Sri Wahyu Joko Santosa.
Lebih lanjut Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, menyatakan untuk memastikan tidak terus terjadi penyebaran, sebanyak 105 karyawan lainnya kemudian dilakukan tes swab PCR, Jumat (12/3/2021).
"Dan hingga hari ini ada 15 orang dan 1 nakes dari fakes swasta yang memeriksa kasus pertama. Sementara, pabrik dan satu faskes swasta ditutup sementara," katanya.
Terpisah Lurah Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Titik Istiwayatun Hasanah mengakui jika ada kelalaian dari kalurahan sehingga muncul klaster pabrik. Utamanya dalam hal edukasi terkait penanganan Covid-19.
"Harus saya akui memang keberadaan pabrik itu kurang terpantau," kata Titik.
Meski diakui Titik, petugas dari satgas kalurahan telah melakukan desinfeksi dan menutup pabrik selama dua hari yakni Selasa (8/3/2021) hingga Rabu (8/3/2021).
Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14 Dibuka,Cek Syarat hingga Cara Daftarnya
"Tapi, dalam perkembangannya, Kamis (11/3/2021) pabrik kembali operasional. Yang belum diswab tetap bekerja. Padahal, kami sudah minta kepada pemilik agar pabrik ditutup," kata Titik.
Alhasil, dirinya bersama satgas kalurahan meminta kepada pemilik pabrik untuk menutup pabrik. Sebab, muncul keresahan dari warga agar pabrik tersebut ditutup sementara.
"Hasilnya, Kamis hanya operasional setengah hari. Saat ini ada 100 orang karyawan di pabrik tersebut saat ini menjalani tes swab PCR di lokasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.