Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Ketua Tim Penggerak PKK DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas saat menyampaikan keynote speech dalam diskusi daring Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 di Gedung Pracimasono, Kepatihan, Rabu (17/3). (ist/Pemda DIY)
Harianjogja.com, JOGJA-Ibu-ibu adalah salah satu garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Hal itu ditegaskan dokter Tirta Mandira Hudi saat diskusi daring Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 di Gedung Pracimasono, kompleks Kepatihan, Rabu (17/3/2021).
Ia menyebut tenaga kesehatan (nakes) bukanlah garda terdepan, namun justru yang terakhir. Nakes bekerja saat ada orang yang terpapar. Tirta mengatakan garda terdepan penanganan Covid-19 berada pada tiga hal yaitu masyarakat, edukasi, dan pemerintah.
Pada poin edukasi ini, ibu-ibu memiliki peran penting terhadap keluarganya.
“Yang paling penting dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga [PKK] adalah membasmi hoaks,” kata Tirta, Rabu (17/3).
Selama pandemi Covid-19, Tirta melihat banyak hoaks yang beredar di media sosial (medsos), termasuk Whatsapp Grup (Wag). Ada beberapa pola hoaks yang sering muncul seperti Covid-19 merupakan konspirasi, vaksin bikin kejang-kejang, vaksin memiliki chip, adanya peng-covid-an bagi pasien, dan jual beli organ tubuh oleh dokter selama pandemi.
Saat menerima informasi melalui WAG, Tirta meminta ibu-ibu untuk membaca secara lengkap dan memeriksa kebenarannya. “Ibu kalau dapet informasi di WAG, pastikan dulu kebenarannya, jangan cepat emosi,” kata Tirta dalam diskusi bertema Keluarga Pelopor Perubahan Menuju Indonesia Maju ini.
Apabila masyarakat merasa cemas dengan beredarnya informasi Covid-19 di medsos, maka perlu menutup atau jarang memeriksa medsos. “Jangan cek medsos, buat sesuatu yang bikin happy. Jauhi medsos yang bikin paranoid,” kata Tirta.
Dokter anak Sri Aminah juga menekankan pentingnya edukasi ibu-ibu di masa pandemi Covid-19. Pernah suatu ketika, Sri menerima keluhan dari seorang ibu. Dia memiliki anak dua tahun yang sudah panas dan batuk selama dua hari. Saat Sri memeriksa paru-paru anak tersebut, kondisinya sudah tidak baik.
“Saya tanya apakah ada anggota keluarga yang kena Covid-19. Ternyata ada salah satu anggota keluarga tersebut yang positif Covid-19. Dia tidak tahu kalau ada yang Covid-19, dia bawa ke mana,” katanya.
Sehingga pengetahuan ibu sebagai garda terdepan di keluarga sangat penting. Pengetahun ini akan menjadi pedoman bertindak apabila anggota keluarga atau lingkungannya ada paparan Covid-19. Sri meminta masyarakat untuk melapor ke nakes atau fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan atau menemukan tanda-tanda Covid-19.
Ketua Tim Penggerak PKK DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas berharap seluruh kader PKK, sampai tingkat terbawah bergerak bersama. Salah satu yang bisa dilakukan dengan mendata jenis penyakit yang diderita oleh setiap keluarga. Apabila ada data ini, maka program PKK semakin mudah ke depannya. “Mulai hari ini, harus gerak betul,” kata GKR Hemas. (Sirojul Khafid)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba
Ibu hamil keluar malam pada dasarnya tidak dilarang, tapi ada 10 risiko yang perlu diwaspadai: kelelahan, gangguan tidur, hingga dehidrasi. Simak panduan amanny
Zulhas memastikan bangunan Kopdes Merah Putih yang tidak sesuai lokasi akan ditertibkan sebelum beroperasi pada September 2026.