Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
eorang perajin menunjukkan salah satu hasil kerajinan pandan duri kering di raung pamer di Dusun Kemukus, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Selasa (11/12/2018)./Harian Jogja-Dokumen
Harianjogja.com, KULONPROGO—Guna membangkitkan pasar produk pertanian dan UMKM Kulonprogo di tengah pandemi, forum koordinasi paguyuban perantau Kulonprogo di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, (Jabodetabek), Badan Koordinasi Paguyuban Kulonprogo (Bakor PKP), meluncurkan Gayeng Regeng Blanja Bareng (GRBB).
Sekretaris Umum Bakor PKP, Agus Triantara mengatakan perantau dari Kulonprogo yang kini berada di Jabodetabek diharapkan turut menyukseskan gerakan tersebut dengan membeli produk Kulonprogo melalui aplikasi blonjobareng.com.
"Di masa pandemi Covid-19, para pelaku usaha di Kulonprogo mengalami penurunan pendapatan sehingga gerakan belanja bareng diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan produk mereka. GRBB diinisiasi Bakor PKP dengan tujuan menyejahterakan pelaku usaha di Kulonprogo," ujar Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (27/3/2021).
GRBB, menurut Agus, merupakan upaya yang dilakukan oleh Bakor PKP serta Pemkab Kulonprogo agar komoditas Kulonprogo mendapatkan tempat di pasar Jabodetabek. Terlebih, perantau juga bisa bernostalgia serta mengobati rasa rindu akan makanan khas Kulonprogo.
"Produk yang kami sediakan di antaranya beras, AirKu, makanan khas Kulonprogo seperti geblek, tempe dan growol serta produk kerajinan. Melalui aplikasi website blonjobareng.com, para perantau bisa membeli produk Kulonprogo minimal Rp300.000 dengan ongkos kirim 10 persen," kata Agus.
Sejauh ini, ada 170 produk yang dipasarkan Bakor PKP melalui GRBB. Badan ini telah mengumpulkan sekitar 200 peserta yang menjadi penyuplai komoditas di GRBB. Diharapkan, peserta merata dari seluruh kapanewon di Kulonprogo.
"Sebisa mungkin kami berbagi rezeki ke warga Kulonprogo di 12 kapanewon dengan meratakan order. Kami berharap, para perantau bisa belanja bareng membeli produk Kulonprogo sebagai upaya menyejahterakan warga Bumi Binangun," kata Agus.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo, Iffah Mufidati berharap GRBB tidak hanya menjual produk pangan, karena banyak produk nonpangan yang bisa dipasarkan seperti batik, kerajinan serat alam, kayu dan lainnya. "Ke depan, GRBB bisa menjadi agen pemasaran dan promosi produk-produk Kulonprogo, dan harapannya bisa dibeli orang luar Kulonprogo," kata Iffah.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo mendukung pelaksanaan GRBB. Selain mendukung pemulihan sektor ekonomi, menurutnya kegiatan ini juga sebagai sarana menjaga jalinan komunikasi dan persaudaraan antarwarga Kulonprogo di perantauan. "Semoga gerakan ini semakin luas dan bermanfaat bagi semua pihak dan semangat ini bisa terus dijaga keberlanjutannya," kata Sutedjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.