RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Darel Achmad Eka Putra (kanan) selaku host bersama empat siswi SMKN 1 Jogja dan SMKN 1 Bantul dalam acara Bincang Sekolah di Harian Jogja, Kamis (1/4/2021)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sederajat berharap pembelajaran tatap muka (PTM) segera terwujud dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Sebab beberapa kali pemerintah mencanangkan PTM namun diundur karena penyebaran Covid-19 masih merebak.
“PTM harus jadi, karena dari dulu direncanakan tidak jadi-jadi,” ungkap Nadiya Putri Jasul, siswi kelas XI SMKN 1 Jogja, dalam Bincang Sekolah: Sudah Siapkah Sekolah Tatap Muka? yang digelar Harian Jogja, Kamis (1/4/2021) siang.
Nadiya mengaku sudah lama mendambakan PTM digelar, terlebih pihak sekolah juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jalur keluar masuk sekolah supaya tidak ada kerumunan, dan membatasi pertemuan dalam setiap kelas minimal 1/3 dari jumlah siswa.
Siswi Akutansi dan Keuangan Lembaga (AKL) ini juga mengaku orangtuanya sudah mendukung untuk pembelajaran tatap muka ini. “Orangtua saya mendukung off-line [PTM]. Mereka jenuh melihat anak di rumah terus tapi tetap menasehati kalau pulang ya pulang jangan berkerumun,” ucap Nadiya.
Baca juga: SPT Resmi Ditutup 31 Maret 2021, Ditjen Pastikan Tak Ada Perpanjangan
Senada juga disampaikan Sasikirana Calya Nareswari. Siswi kelas XI SMKN 1 Jogja ini berharap PTM tetap digelar dengan protokol kesehatan. Salah satunya yang harus diterapkan adalah semua siswa harus mengisi form kesehatan agar semua siswa yang masuk dipastikan tidak membawa virus Corona.
Sejauh ini Calya sudah enjoy dengan pembelajaran daring karena saking lamanya di rumah bahkan sampai-sampai mau keluar rumah juga khawatir tertular virus Corona. Namun karena di sekolahnya banyak praktik sehingga pembelajaran tatap muka tetap dibutuhkan dan harus dilaksanakan.
Tidak jauh berbeda dengan Nadiya dan Calya, Miftahul Jannah, siswa kelas XII SMKN 1 Bantul juga berharap pembelajaran tatap muka lancar karena PTM sangat dibutuhkan untuk pembelajaran praktik. Selain itu juga guru maupun siswa sama-sama rindu untuk bertemu satu sama lain.
Baca juga: Percepat Vaksinasi Covid-19, Bio Farma Tambah Fasilitas Produksi
Dia sendiri orangtuanya sudah mendukung sekolah segera melaksanakan PTM. “Harapan PTM berjalan lancar karena PTM ini soalnya untuk memahamkan soal biar lancar, dan juga temu kangen,” ucap Mifta.
“Orang tua mendukung off-line [PTM] karena pratek juga. Ada yang harus dilakukan tatap muka. Harapan tatap muka lancar enggak ada hambatan, guru dan murid juga lebih senang bisa bertemu,” tambah Yolanda Putri Rahayu, siswi kelas XII SMKN 1 Bantul.
Sekolah Siap
Kepala SMKN 1 Bantul, Mujari mengatakan secara umum sekolahnya sudah siap melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Pihaknya sudah menyiapkan dengan matang PTM ini dari sisi teknis maupun non teknis, “Termasuk izin dari orangtua siswa dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” kata dia.
Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran tatap muka sudah disiapkan dengan baik. Salah satunya menyediakan tempat cuci tangan, memisahkan pintu masuk dan pintu keluar ruang sekolah mulai dari tempat parkir sampai kelas supaya tidak ada kerumunan, pemeriksaan suhu, dan memastikan tidak ada kerumunan.
Sistem pembelajaran juga akan menggunakan sif secara bergantian setiap minggunya sehingga pihaknya menjamin tidak ada kerumunan. Mujari menegaskan sekolahnya akan mengedepankan kesehatan dan keselamatan siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.