Jelang Waisak, Arca Buddha Dipindah: Borobudur Berbenah
Jelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha dipindahkan di Borobudur. Ini alasan dan dampaknya bagi kawasan spiritual.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi Covid-19 di Sleman mulai menyentuh sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan meski saat ini pemberian vaksinasi kepada tenaga pendidik di Puskesmas dan kelompok Lanjut Usia (Lansia) di rumah sakit masih berproses, namun program vaksinasi juga terus dilakukan ke kelompok lain. Dinkes memberikan vaksin Covid-19 setidaknya bagi 5.000 orang di sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya.
"Untuk tahap pertama, kami alokasikan untuk 5.000 sasaran. Ini menyesuaikan ketersediaan vaksin. Pelaksanaan hanya dilakukan selama lima hari, dari 5 April hingga 9 April," katanya, Minggu (4/4/2021).
BACA JUGA: Sejumlah Destinasi Wisata di Bantul Ini Ramai Wisatawan Saat Libur Paskah
Program vaksinasi tersebut, lanjut Joko, diberikan di objek wisata Candi Prambanan dengan mekanisme drivethru. Perhari, vaksin yang diberikan sebanyak 1.000 dosis. "Kami baru dapat tambahan vaksin sekitar 17.820 dosis. Selain untuk sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya juga untuk pendidik dan lansia yang belum divaksin," katanya.
Meski dengan cara drivethru, kata Joko, penerima vaksin tetap harus menyelesaikan masa tunggu 30 menit setelag divaksin. Caranya, peserta yang naik mobil tetap di dalam mobil di parkiran selama 30 menit dengan pengawasan tim medis. Adapun peserta yang naik sepeda motor disediakan kursi di bawah tenda dekat parkir sepeda motornya.
"Untuk kuota tanggal 5-7 April, kata Joko sudah full. Kami akan membuka kembali pendaftaran untuk kouta tanggal 8-9 April pada besok (hari ini). Untuk dosis keduanya digelar pada 3-7 Mei 2021," katanya.
Kasi Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinkes Slenan Niken menambahkan vaksinasi untuk sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya, Dinkes bekerja sama dengan Halodoc. Meski begitu, katanya, jika petugas publik lainnya belum dapat mengikuti vaksinasi massal maka saat ini tetap akan mendapatkan pelayanan secara reguler di fasilitas kesehatan.
Peserta vaksinasi massal, katanya, merupakan warga ber-KTP Sleman maupun domisili di Sleman yang ditunjukkan dengan bukti surat keterangan dari tempat bekerja maupun ID Card dan surat domisili (untuk KTP non Sleman). Bagi calon peserta yang telah mendaftarkan diri di daftarvaksin maupun yang belum tetap diminta untuk melakukan registrasi melalui aplikasi Halodoc.
"Petugas publik yang telah terdaftar maupun yang belum dapat mengakses vaksinasi massal dengan mengunduh aplikasi Halodoc, melakukan registrasi, dan memilih jadwal vaksinasi,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha dipindahkan di Borobudur. Ini alasan dan dampaknya bagi kawasan spiritual.
Donald Trump memperingatkan Oman terkait Selat Hormuz. AS tegaskan jalur pelayaran vital itu tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
Jadwal SPMB Kulonprogo 2026 resmi diumumkan. Cek kuota SD-SMP terbaru, jalur domisili berubah dan pendaftaran kini full online.
Ferrari Luce 2027 resmi diperkenalkan sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 772 kW, jarak tempuh 530 km, dan desain futuristik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.