30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta untuk mengefektifkan kembali Satgas Jaga Warga sampai tingkat kalurahan untuk menjaga kerukunan antarwarga dan mengantisipasi adanya paham terorisme.
Menurut Sultan Jaga Warga harus ada minimal di tiap kalurahan dengan jumlah minimal 25 personel. “Suasana kondusifitas warga kami Jogo Wargo mungkin per kelurahan 25 orang, ya untuk kerukunan warga,” kata Sultan di Kepatihan, Senin (5/4/2021).
Jaga warga ini berada di bawah koordinasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY yang sudah diberi pelatihan khusus. Sebelumnya pada 2019 lalu, Sultan juga sudah meminta agar Jaga Warga tetap berfungsi termasuk mendata warga baru yang datang dan tinggal di desa, termasuk teroris.
BACA JUGA: Mengenal Mutasi Virus Corona E484K yang Mengganas di Jepang
Jaga warga ini juga sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 6 tahun 2019 tentang Jaga Warga. Dalam pergub tersebut jaga warga adalah sekumpulan orang yang memiliki kesamaan aspirasi dalam upaya menumbuhkan kembali nilai luhur yang hidup atau yang ada di masyarakat dalam rangka mewujudkan keistimewaan dengan penguatan persatuan dan kesatuan guna melindungi dan menjaga ketahanan, keamanan, ketertiban umum, ketentraman, dan kesejahteraan masyarakat.
Jaga warga juga dapat dibentuk sampai tingkat RW. Mereka berwewenang melakukan koordinasi dan komunikasi dengan aparat yang berwenang dalam rangka upaya deteksi dini dan cegah dini potensi gangguan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban sosial, maupun kerawanan sosial terkait kesejahteraan masyarakat.
Sultan mengaku belum mengetahui terduga teroris yang diamanakan Densus 88 dalam beberapa terakhir ini di beberapa wilayah seperti Bantul, Jogja, dan Sleman. Menurut Sultan bisa saja yang diamankan tersebut warga asli Jogja atau warga luar yang tinggal di Jogja, atau warga luar yang bersembunyi di Jogja karena Jogja dianggap aman untuk persembunyian.
“Hanya sekarang petimbangannya itu dia itu siapa alamatnya dimana? orang asli jogja atau pendatang? atau alamat diluar tapi delik [bersembunyi] karena Jogja dianggap aman atau memang pendatang tapi domisili di jogja dari awal,” kata Sultan. Namun dengan adanya penangkapan tersebut Sultan mengaku senang
“Kalau saya dengan ditangkap malah senang dalam arti kecendrungan menimpa jogja berkurang,” ucap Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.