DPAD DIY Dorong Masyarakat Tertib Kelola Arsip Sejak Dini
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Webinar Ramadhan dengan tema "Moderasi Beragama dalam Bingkai Keragaman Nusantara"./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan mengenai moderasi beragama masih gencar dibicarakan, seperti halnya yang telah dilaksanakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Dema Fishum) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam Webinar Ramadhan dengan tema “Moderasi Beragama dalam Bingkai Keragaman Nusantara” acara diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan berjalan sukses pada Minggu (2/5/2021).
Antusiasme peserta sangat tinggi karena DEMA FISHUM menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten dalam bidang tersebut yakni Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. (Plt. Kepala Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI), Dr. H. Nadirsyah Hosen, M.A., Ph.D. (Akademisi Indonesia), dan Savic Ali (Founder Islami.co dan Direktur NU Online).
Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr. Mochammad Sodik, S.Sos., M.Si. (Dekan FISHUM) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras panitia dalam mengusung acara ini. Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., “Dengan adanya pendapat dan sikap yang heterogen menjadikan lingkup tersebut harmonis dan saling toleransi serta memahami” tuturnya. Selanjutnya disusul dengan pemaparan materi oleh Savic Ali, “Moderasi beragama sudah menjadi kesepakatan bersama di kalangan masyarakat. Indonesia menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Namun, Indonesia masih berada di bawah awan gelap kebencian. Masih banyak ekstrimisme yang terjadi. Maka hal ini menjadi PR besar kita bersama” jelasnya. Di pertengahan pemaparan materi, Savic Ali menampilkan kepada peserta mengenai data-data potensi membaca masyarakat Indonesia yang masih rendah. Oleh karenanya, eksistensi sosial media harus dimanfaatkan dengan baik dan tepat sebagai media dakwah, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.
Menurutnya hal tersebut merupakan jalan alternatif untuk tetap menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia. Acara ditutup dengan pernyataan sikap terkait moderasi beragama di Indonesia yang disampaikan oleh Fajar Wahyu Gumelar selaku Ketua DEMA FISHUM bahwa kita harus memperkuat pendidikan berbasis agama, memperkuat literasi media dalam menanggulangi hoax, memperkuat Tim Cyber di kementerian/lembaga dan organisasi sosial keagamaan, memperkuat deteksi dini munculnya paham-paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moderasi, dan menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama. Harapannya, acara ini dapat memberikan pengetahuan luas bagi para peserta mengenai betapa pentingnya moderasi beragama dalam keragaman nusantara. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.