Hujan Mulai Turun, Kekeringan di Gunungkidul Belum Teratasi
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Lingkungan di RT 56 RW 12 Kelurahan Wirobrajan, Senin (10/5/2021). Akses pintu ke rumah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ditutup oleh satgas Covid-19 setempat./Harian Jogha-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan permukiman yang cukup padat di wilayah setempat menjadi salah satu pemicu penyebaran Covid-19. Satu kasus besar yang baru-baru ini terjadi, yakni di Wirobrajan dengan 37 orang terinfeksi Corona, muncul di permukiman padat.
"Kalau dilihat kecenderungannya, penularan terbanyak terjadi di keluarga, atau di antara tetangga dekat. Hal ini disebabkan karena karakter pemukiman di Kota Jogja yang padat," ujarnya, Senin (24/5/2021).
BACA JUGA: Viral Disebut Terlibat Tabrak Lari, Ini Respons Roy Suryo
Heroe mengungkapkan secara umum kasus harian Covid-19 belum melonjak selama tiga bulan terakhir. Rata-rata, per hari jumlah kasus aktif mencapai sekitar 300 orang, baik itu yang dirawat di rumah sakit, menjalani isolasi mandiri di rumah, maupun dirawat di tempat yang sudah disediakan Pemkot Jogja.
"Selama tiga bulan terakhir kasus Covid-19 di Jogja tidak terjadi lonjakan. Antara kasus baru dan sembuh seimbang. Sehingga kasus harian masih dalam perawatan, baik kasus yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri, sejumlah 300 an," katanya.
Dia menambahkan kesadaran masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan juga kian meningkat. Hampir seluruh imbauan cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas, dipatuhi. "Bahkan kegiatan sosial juga sangat ketat pemberlakuan prokesnya," ucap Heroe.
BACA JUGA: Dituding Kerap Pansos oleh Elite PDIP, Ini Jawaban Ganjar Pranowo
Pemkot tengah berusaha untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan prokes di tempat-tempat wisata. Sebab, ada indikasi kenaikan kasus saat libur tiba dan juga pengabaian terhadap pelaksanaan prokes.
"Kerumunan yang muncul biasanya di tempat destinasi wisata atau layanan umum, dan satgas Covid-19 setempat bisa langsung memberi peringatan untuk terus menjaga prokesnya. Ini yang mesti dijaga dan diawasi terus," ujar Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.