Dua Atlet TASC Wakili DIY pada O2SN Renang Tingkat Nasional
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Rektor UII Profesor Fathul Wahid. /Ist-UII.
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Islam Indonesia (UII) membuka Magister Farmasi jelang tahun akademik 2021/2022. Kebutuhan tenaga farmasi dinilai terus meningkat seiring ada persoalan pandemi. Prodi Farmasi diharapkan membantu memecahkan solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pandemi.
Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas, terutama saat pandemi belum dapat seluruhnya dikendalikan. Alokasi anggaran kesehatan, menurutnya mempunyai kaitan dengan kualitas kesehatan publik.
BACA JUGA : DPR Sebut Besarnya Impor Obat dan Bahan Baku Indonesia
Di sisi lain ketersediaan infastruktur dan layanan kesehatan membutuhkan dana yang tidak kecil. Ketersediaan obat yang berkualitas di setiap fasilitas layanan kesehatan dan pasar merupakan salah satu bagian lain dari usaha menjaga kesehatan publik.
“Kami menemukan data bahwa 90 persen bahan baku obat Indonesia masih diimpor. Salah satu alasan yang mengemuka adalah bahwa cacah perusahaan nasional yang memproduksi bahan baku obat di Indonesia masih sangat terbatas, sehingga tidak memenuhi kebutuhan,” ungkap Fathul dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (13/6/2021).
Fathul menambahkan pengembangan transfer teknologi dan sember daya manusia dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan kemandirian. Di sisi lain, pengembangan obat modern asli Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku domestik tampaknya menjadi tantangan yang harus dipecahkan dan dihadapi secara kolektif. Secara hitungan ekonomi kasar, kata dia, harga obat dengan bahan baku lokal, juga diharapkan lebih terjangkau oleh publik.
BACA JUGA : Jokowi Sebut Impor Obat Memboroskan Devisa Negara
“Sehingga kehadiran Prodi Program Magister bisa andil memecahkan masalah mengatasi pandemi, dengan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas di bidang farmasi,” katanya.
Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Suwarsono Muhammad menyatakan untuk membantu menangani persoaan Kesehatan, Prodi Magister Farmasi harus mengedepankan riset. Alasannya karena hanya dengan riset seorang akademi mampu memberikan sumbangsih.
“Sehingga harus memberikan peran lebih terhormat bagaimana memberikan sumbangan yang cukup untuk memilih jalur yang lebih positif. Kita tidak boleh memilih jalur pesimis, sekalipun pesimis itu bisa kita gunakan sebagai catatan kaki agar lebih berhati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.