Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Jogja
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan empat pesan penting untuk bupati dan wali kota di seluruh DIY dalam merespons tingginya angka Covid-19. Pesan itu disampaikan dalam Sapa Aruh pada Selasa (22/6/2021).
Adapun empat pesan tersebut antara lain, pertama kabupaten dan kota segera melakukan reinisiasi Jaga Warga, kedua, mengendalikan mobilitas warga, ketiga, mengaktifkan selter dan keempat melakukan karantina wilayah di skala lokal.
“Kepada pemerintah kabupaten dan kota se-DIY, saya tekankan, urgensi memberlakukan kebijakan PPKM Mikro secara ketat dan terpadu sudah tak bisa ditunda lagi. Segera lakukan re-inisiasi gerakan Jogo Wargo, kendalikan mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat agar tidak menimbulkan klaster-klaster baru,” ucap Sultan.
“Mengaktifkan fasilitas selter komunal berbasis gotong royong di tingkat desa/kalurahan. Karantina wilayah dalam skala lokal setingkat RT dan padukuhan yang berstatus zona merah dengan pendampingan dari instansi terkait,” katanya lagi.
HB X mengatakan posisi masyarakat menjadi paling utama dalam mencegah meluasnya pandemi. Sebaik dan sekuat apa pun regulasi yang diterbitkan pemerintah akan tidak berarti jika diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh masyarakat. Harus diakui dan disadari, kata Sultan, bahwa kelengahan sedikit saja dapat memperparah keadaan pandemi.
BACA JUGA: Hakim Positif Covid-19, PN Jakarta Pusat Hentikan Sementara Persidangan
Namun Sultan yakin gotong royong dan solidaritas masyarakat DIY akan menjadi kekuatan. Maka pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama-sama sesuai kearifan lokal masing-masing untuk menangani pandemi ini. Sultan mengajak masyarakat untuk tinggal di rumah dan menjadi rumah sebagai tempat meraih pahala.
“Stay at home, tetap tinggal di rumah, menjadi pilihan terbaik saat ini. Marilah kita jadikan rumah sebagai tempat meraup pahala dalam beribadah, tempat bekerja dalam mengabdi, tempat belajar yang nyaman bagi anak-anak kita. Jika memang demikian, Insha Allah, kita dijauhkan dari malapetaka, dalam kondisi wiljeng nir sambekala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC terkena sanksi pengurangan dua poin akibat perubahan home base setelah Club Licensing Cycle 2025/2026 ditutup.
Progres sejumlah proyek jalan kabupaten Sleman melampaui rencana. Jalan Turi-Gondoarum mencatat deviasi positif 55,96 poin persentase.
File penting terhapus di laptop? Simak cara mengembalikan file di Windows dan Mac menggunakan Undo, Recycle Bin atau Trash, hingga aplikasi pemulihan data.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.