TikTok Uji Shopping Assistant, Belanja Bisa Dibantu AI
TikTok menguji Shopping Assistant dan Buy Direct untuk mempermudah pengguna mencari produk hingga checkout dengan bantuan AI.
Spanduk pengumuman penutupan sementara Puncak Sosok saat malam Tahun Baru 2021 terpasang di loket masuk Puncak Sosok./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL - Adanya larangan objek wisata buka saat pemberlakuan PPKM Darurat, 3 hingga 20 Juli mendatang, justru dimanfaatkan sejumlah pengelola wisata di Bantul untuk membenahi sarana dan prasarana serta menambah fasilitas objek wisata yang dikelolanya. Harapannya, usai PPKM Darurat, sarana dan prasarana tersebut siap digunakan oleh para pengunjung.
Pengelola Puncak Sosok Rudi Haryanto mengatakan, meski ada larangan objek wisata buka saat pemberlakuan PPKM Darurat, bukan berarti tidak ada kegiatan di objek yang dikelolanya. Pihaknya memilih untuk melakukan perawatan, pembenahan dan penambahan fasilitas di saat larangan pembukaan objek wisata diberlakukan.
“Kami benahi warung, termasuk juga penambahan tempat duduk, pagar pengaman, renovasi panggung, sampai pada penerangan jalan. Ini kami lakukan, agar nantinya jika sudah boleh dibuka kembali, semua sudah siap,” kata Rudi, Senin (5/7/2021).
Kendati demikian, Rudi mengaku belum bisa memerkirakan nantinya model pembukaan objek wisatanya diterapkan. Sebab, semua akan mengacu kepada aturan dan kebijakan dari pemerintah. “Soal teknis, kami menunggu dari pemerintah saja nantinya,” jelasnya.
Baca juga: Covid-19 DIY Tambah 1.465 Kasus, 32 Orang Meninggal Dunia
Hal sama juga dilakukan oleh pengelola objek wisata Kebon Empring, Piyungan, Titik Ai Luh. Titik menyatakan penutupan selama 17 hari dimanfaatkan untuk melakukan perawatan dan memperbaiki berbagai fasilitas yang ada di objek wisata ini. Karena selama ini rencana pembenahan ataupun perbaikan beberapa fasilitas yang rusak sudah tertunda karena banyaknya pengunjung.
“Kami maksimalkan penutupan ini untuk perawatan dan pembenahan,” katanya.
Sementara Kasi Promosi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Aji mengatakan, semua objek wisata baik pantai, wisata alam, wisata berbasis komunitas masyarakat dan desa wisata ditutup sementara untuk wisatawan.
Ia berharap, pengelola tempat wisata memanfaatkan waktu selama penutupan sementara untuk berbenah, melengkapi fasilitas apabila ada yang kurang terutama dalam mendukung penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di kawasan wisata.
“Dan, memang biasanya, mereka memanfaatkan waktu untuk berbenah sarana dan prasarananya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TikTok menguji Shopping Assistant dan Buy Direct untuk mempermudah pengguna mencari produk hingga checkout dengan bantuan AI.
Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan orang superkaya tercepat di dunia, dari 3.833 menjadi 6.966 orang pada 2031.
Thomas Tuchel meminta Inggris move on dari Piala Dunia setelah tampil impresif di Nations League dan menang 3-0 atas Ceko.
Memasuki usia 270 tahun, Kota Jogja perlu menjaga karakter, budaya, dan kesahajaan masyarakat sebagai identitas di tengah perkembangan dan modernisasi kota.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Syahganda Nainggolan mengklarifikasi video lama yang kembali beredar dan menegaskan rekaman dibuat sebelum dirinya masuk pemerintahan.