Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. /Harian Jogja-Heroe Poerwadi
Harianjogja.com, JOGJA--Lonjakan Covid-19 di Kota Jogja diantisipasi oleh Pemkot dengan menyiapkan bangunan sekolah untuk tempat selter pasien Covid-19.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta merencakan penambahan selter untuk pasien Covid-19 yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumahnya. Salah satu bangunan yang hendak dijadikan selter adalah Sekolah Dasar (SD).
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan penambahan selter dengan memanfaatkan bangunan SD tersebut.
"Sekarang kami sedang menyiapkan sekolah dasar atau sekolah untuk nanti kalau ada warga yang memang di rumahnya tidak bisa melakukan isolasi mandiri yang sehat akan kita bawa ke sekolah itu," kata Heroe kepada awak media, Minggu (11/7/2021).
Heroe menjelaskan, langkah itu sebagai upaya pihaknya dalam mengurangi sebaran kasus Covid-19 di keluarga.
Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan anggota keluarga lain yang tidak terpapar dipisahkan.
"Artinya supaya di dalam keluarga itu mereka yang positif dan yang tidak positif tidak dalam satu rumah," imbuhnya.
Heroe belum bisa memastikan untuk keseluruhan jumlah sekolah yang akan digunakan sebagai selter. Hingga saat ini pendataan terhadap sekolah-sekolah tersebut masih dilakukan.
Disebutkan Heroe, beberapa SD memang tersebar di setiap kalurahan atau kampung di Kota Yogyakarta.
Selain itu pemanfaatan bangunan SD untuk selter pasien Covid-19 di Kota Yogyakarta juga akan mempertimbangkan kampung atau wilayah mana yang memang banyak sebaran kasus Covid-19.
"Sekolah dasar itu biasanya ada di setiap kelurahan ada beberapa SD Negeri. Itu sedang kita rekap, mana-mana kampung yang memerlukan isolasi bagi mereka," tuturnya.
Ditanya tentang kebutuhan selter di Kota Yogyakarta sendiri, Heroe tidak bisa memastikan. Sebab memang sebaran kasus Covid-19 sendiri juga sangat sulit untuk dipastikan.
BACA JUGA: Proyek Infrastruktur TIK Jalan Terus di Tengah Covid-19 Kian Mengganas
Namun pihaknya akan terus melihat perkembangan kasus Covid-19 yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Termasuk dengan antisipasi penambahan selter di berbagai wilayah.
"Yang kita antisipasi adalah kebutuhan terhadap memisahkan [pasien Covid-19] karena sebagian besar sekarang itu isolasi mandiri di rumah masing-masing. Nah yang kita siapkan adalah kebutuhan untuk rumah-rumah yang tidak memungkinkan isolasi mandiri karena berada di perkampungan padat yang ada di Kota Yogyakarta," ungkapnya.
Ditambahkan Heroe, selain tengah mempersiapkan sejumlah sekolah untuk selter pasien Covid-19. Dalam beberapa hari mendatang pihaknya juga akan kembali membuka selter baru.
"Kami besok Selasa pun akan membuka selter baru di Gemawang untuk mereka yang positif itu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.