Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Respati sebagai RS Darurat COVID-19 (RSDC) untuk penanganan pasien COVID-19 dalam kategori sedang.
Operasional RS Darurat tersebut diresmikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di halaman RS Respati Yogyakarta, Senin (19/7/2021).
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan diresmikannya RSDC ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sleman yang didukung berbagai pihak dalam penanganan COVID-19 di wilayah ini.
"Masih tingginya penularan COVID-19 dan kebutuhan layanan kesehatan perawatan di RS menjadi tuntutan pemkab untuk melakukan langkah-langkah strategis, di antaranya dengan menyiapkan RSDC ini," katanya.
BACA JUGA: Ini Perangkat Lunak Israel yang Memata-Matai Aktivis, Politisi, & Jurnalis
Menurut dia, pada tahap awal RSDC tersebut menyediakan 50 tempat tidur pasien. Di RSDC ini juga terdapat SDM kesehatan yang meliputi dokter umum sebanyak lima orang dan dokter spesialis dua orang (Spesialis Paru dan Spesialis Penyakit Dalam).
"Selain itu, juga didukung oleh tenaga perawat, apoteker, rekam medis, dan tenaga pendukung lainnya. Selain layanan tempat rawat inap, tersedia pula instalasi gawat darurat khusus COVID-19 untuk menetapkan status pasien masuk kategori sedang atau berat," katanya.
Ia mengatakan operasional RSDC ini mulai beroperasi sejak diresmikan. Untuk teknisnya, bagi pasien yang mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan pertama (Puskesmas) masuk kategori sedang, pasien dapat diterima untuk melakukan perawatan di RSDC.
Sedangkan pasien berat yang membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19. "Sebagai dukungan dalam pelayanan, RSDC ini juga menyediakan satu unit ambulans," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan bahwa RSDC ini disiapkan selama tiga minggu.
"Disiapkannya RSDC ini sebagai langkah adanya kondisi \'Bed Occupancy Ratio\' (BOR) yang tinggi, sehingga ada kekurangan tempat tidur bagi pasien," katanya.
Ia mengatakan sejak sebulan terakhir, Sleman mengalami krisis tempat untuk merawat pasien COVID-19. "Dioperasikannya RSDC ini merupakan bagian dari penanganan masalah kekurangan tempat tidur bagi pasien," ucapnya.
Joko mengatakan terdapat 100 tempat tidur yang telah siap digunakan, namun pada tahap awal disiapkan 50 tempat tidur dengan menyesuaikan ketersediaan SDM kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)