Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Agenda pembagian masker di Pantai Gua Cemara, Senin (9/11/2020).-Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Noviar Rahmad sangat menyayangkan upaya penegakan protokol kesehatan di tingkat RT/RW di provinsi ini masih terkendala rasa sungkan atau pakewuh.
"Terutama di level bawah tingkat RT untuk mengingatkan warganya itu kan agak sulit karena masih terbentur budaya \'ewuh-pakewuh\' [tidak enak hati]. Misalnya ada Pak RT mengingatkan warganya itu agak sulit, apalagi yang diingatkan itu tokoh," kata Noviar dikutip dari Antara--jaringan Harianjogja.com, Senn (2/8/2021).
Selama ini, Satpol PP DIY, kata dia, telah memberikan pendampingan bagi anggota "Jaga Warga" di level pedukuhan, salah satunya agar mampu menghilangkan budaya rasa sungkan atau pakewuh untuk menegakkan prokes sampai level RT/RW.
"Selama ini kami sudah melakukan pendampingan kepada Jaga Warga agar peran mereka betul-betul dioptimalkan dalam penegakan prokes di level bawah," kata dia.
Menurut dia, Jaga Warga merupakan kunci penegakan prokes hingga level bawah karena mereka yang mampu berdekatan langsung dengan masyarakat.
Baca juga: 20 Persen Rakyat Indonesia Tak Mau Divaksin, Mayoritas Khawatir Efek Samping
Meski demikian, menurut dia, jumlah Jaga Warga yang terdiri atas unsur tokoh masyarakat, tokoh pemuda, linmas, hingga pengurus RT/RW di DIY masih sedikit. Dari 4.667 pedukuhan di DIY, baru terbentuk di 1.224 pedukuhan.
Berdasarkan hasil penegakan selama perpanjangan PPKM Level 4, Noviar mengklaim tingkat penggunaan masker di DIY sudah mencapai 94 persen. Namun, persentase itu sebatas mengacu pemantauan di tempat atau fasilitas umum.
"Di tempat-tempat umum yang belum memakai masker paling satu atau dua orang. Tapi di lingkungan permukiman agak sulit mengontrolnya. Di perumahan-perumahan atau di perkampungan masih banyak yang tidak pakai masker," ujar dia.
Selain itu, kata dia, pelanggaran terkait jaga jarak serta memunculkan kerumunan juga masih tinggi, khususnya di rumah makan atau warung.
Menurut dia, ada atau tidaknya kerumunan cukup menjadi tolok ukur pemenuhan prokes di rumah makan karena pembatasan makan di tempat selama 20 menit sulit dilakukan.
"Dalam penerapan kan susah mengawasi 20 menit. Makannya yang kami lihat itu ada kerumunan atau tidak," kata dia.
Beradasarkan hasil penegakan sejak 3 Juli hingga 1 Agustus 2021, Noviar mencatat sebanyak 814 tempat usaha ditutup, 1.059 tempat usaha yang dibubarkan karena membuat kerumunan, dan 45 tempat usaha disegel karena sudah diperingatkan namun kembali melakukan pelanggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.